EFFORTONE:"EROTOMANIA" Sebuah Kisah Gelap Tentang Cinta yang Terobsesi

    EFFORTONE

Setelah merilis mini album “Berlagu” pada tahun 2022 lalu, unit pop rock progresif asal Magetan, Effortone, kembali membuat gebrakan dengan karya terbaru mereka: album penuh pertama bertajuk “Erotomania”, yang resmi dirilis pada 3 September 2025 di berbagai platform digital.

Cinta, Obsesi, dan Luka Psikologis:

Dalam “Erotomania”, Effortone mengisahkan perjalanan cinta seorang perempuan yang menderita Obsessive Love Disorder (O.L.D) sebuah kondisi psikologis di mana seseorang terobsesi dan mencintai orang lain secara berlebihan, hingga kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Inspirasi tema ini berawal dari banyaknya kisah nyata di media sosial seperti X, tentang perempuan yang berperilaku ekstrem saat mencintai seseorang dari yang posesif, terus membuntuti mantan, bahkan rela memberikan “jatah terakhir” sebelum sang mantan menikah. Dari fenomena ini, Effortone mencoba menggali sisi psikologis yang lebih dalam, dan menemukan istilah “Erotomania”, yaitu gangguan kejiwaan di mana seseorang yakin bahwa orang lain mencintainya, padahal sebenarnya tidak.

> “Kami ingin menyampaikan bahwa Obsessive Love Disorder itu dekat dengan kehidupan kita. Cinta yang terlalu dalam bisa berubah jadi bumerang yang menghancurkan diri sendiri,” ujar Rezky Reztyawan (Eky), gitaris sekaligus penulis utama album ini.

Konsep Album yang Terhubung dari Awal Hingga Akhir:

Album “Erotomania” terdiri dari 11 lagu yang ditulis oleh Rezky Reztyawan (Eky), Rakyan Caraka Radya Mangrva (Ken), dan Arya Bagaskara (Aryo).
Lagu-lagu di dalamnya saling terhubung, membentuk satu kisah utuh dari awal hingga akhir terinspirasi dari album legendaris Dream Theater “Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory.”

    ARTWORK EROTOMANIA

Daftar lagu dalam album “Erotomania”:

1. O.L.D.
2. Posessive Issue
3. Bukan Sintamu
4. Batas Realita
5. Sadrahati
6. Believe
7. Ruang Anomali
8. Sisi Lain
9. Mati Rasa
10. Anti Phobia
11. Rein

Proses produksi dimulai sejak akhir 2022 dan melibatkan sejumlah kolaborator:

● Haryo Fitranto – Mixing & Mastering Engineer
● Dany Yanuar Putra (Dany) – Backing Vocal
● Yusuf Rahman Cahyo Kusnanto (Retorika) – Featuring Artist


Makna di Balik Artwork “Erotomania”:

Artwork album ini digarap oleh Yanuar Iman (Kurarupa), ilustrator berbakat asal Magetan yang banyak direkomendasikan oleh para musisi lokal.
Kurarupa menggabungkan dua inspirasi utama:

1. Foto seorang penderita erotomania dari buku klasik The Physiognomy of Mental Diseases karya Alexander Morison.

2. Nuansa visual misterius khas Dream Theater.

Warna merah dipilih untuk mempertahankan identitas dari mini album “Berlagu”.
Sementara karakter perempuan yang membawa pisau menjadi simbol bahwa cinta obsesif bisa menjadi pisau bermata dua bisa membunuh orang yang diobsesikan, atau diri sendiri.

> “Lewat artwork ini kami ingin menampilkan sisi misteri dan kengerian dari cinta yang terobsesi. Bahwa obsesi dalam cinta bisa seindah sekaligus semengerikan itu,” tambah Eky.


Tentang Effortone

       LOGO EFFORTONE

Effortone terbentuk pada 27 Agustus 2015 saat para personilnya pulang ke kampung halaman masing-masing.
Nama “Effortone” berasal dari tiga kata: Effort (Usaha), Tone (Nada), dan One (Satu)  mencerminkan semangat untuk berusaha melalui nada dan karya bersama.

Personil Effortone terdiri dari:

Rezky Reztyawan (Eky) – Gitar

Dea Leosya Redo (Leo) – Drum

Rakyan Caraka Radya Mangrva (Ken) – Bass

Arya Bagaskara (Aryo) – Music Director

Rheynajwa Amarylla Iswananda (Najwa) – Vokal


Sebelum “Erotomania”, mereka telah merilis mini album “Berlagu” (2022) yang berisi 5 lagu bertema patah hati dan harapan: Percuma, Lepaskan, Waktu, Disini, dan Ilusi.

Dalam tiga tahun terakhir, Effortone aktif bekerja sama dengan berbagai pihak seperti:

● PT. Anugrah Karya Musik (Akar Musik) – Label distribusi asal Bandung

● Shockss Record (Gresik) – Distribusi media lokal


Rilis dan Harapan:

Album “Erotomania” kini telah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Deezer, iTunes, YouTube Music, dan Langit Musik.
Effortone berharap karya ini dapat membuka mata banyak orang tentang bahaya cinta yang terobsesi, sekaligus menunjukkan bagaimana musik bisa menjadi media untuk menyembuhkan.

> “Kami ingin pendengar tidak hanya menikmati musiknya, tapi juga memahami pesannya. Mungkin di sekitar kita ada teman atau keluarga yang menunjukkan tanda-tanda Obsessive Love Disorder semoga lewat album ini kita bisa lebih peka,” tutup Aryo.


📞 Kontak & Media Sosial:

📧 Email: effortoneband@gmail.com
📱 Instagram: @efrt.official
🎧 Spotify: Effortone
📍 Label Distribusi: PT. Anugrah Karya Musik (Akar Musik)


Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku

Posting Komentar

0 Komentar