“HELP ME” hadir sebagai sebuah teriakan jujur dari sisi gelap kehidupan perkotaan, yang sering tertutupi gemerlap modernitas dan euforia digital. Melalui dentuman riff berat, gebukan drum yang agresif, dan vokal yang mentah tanpa kompromi, FADD menyuarakan kegelisahan, keterasingan, dan tekanan hidup yang dihadapi generasi muda masa kini. Setiap lagu di album ini seolah menjadi potret dari rasa frustrasi dan pencarian makna di tengah realitas yang keras dan tak kenal ampun.
Dalam proses kreatifnya, FADD banyak terinspirasi dari kondisi sosial yang mereka amati di sekitar dari problem ekonomi, kesenjangan sosial, hingga isu mental yang semakin nyata di tengah masyarakat modern. “HELP ME bukan sekadar album, tapi bentuk jeritan batin kami terhadap kehidupan yang makin kehilangan arah,” ungkap salah satu personel dalam wawancara singkat.
Secara musikal, album ini memadukan berbagai elemen metal modern dengan sentuhan hardcore dan groove, menjadikannya terdengar brutal namun tetap emosional. Beberapa track seperti “Human Error”, “Blind City”, dan “No Tomorrow” menjadi highlight dengan energi destruktif yang khas, sementara lagu penutup “Help Me” menutup album dengan nuansa gelap dan reflektif.
Lewat “HELP ME”, FADD ingin menunjukkan bahwa metal bukan hanya soal amarah, tetapi juga tentang kejujuran dan keberanian untuk menatap sisi paling kelam dari diri dan dunia. Album ini juga menjadi bukti bahwa skena musik ekstrem di daerah seperti Wonogiri terus tumbuh dan memiliki daya ledak tersendiri, dengan semangat yang tidak kalah dari kota-kota besar.
Album “HELP ME” kini tersedia di: 🎧 Spotify
🎧 YouTube Music
📞 : 085607508813
📸 : @f.a.d.d_
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar