LEVITAPE:"Sonten" Memilah Nestapa dan Menerima Keresahan di Seperempat Abad

    LEVITAPE

Duo pop asal Pare, Kediri, LEVITAPE, resmi menandai debut mereka dengan single perdana berjudul “Sonten” sebuah karya reflektif yang menggambarkan perjalanan memilah nestapa, menerima keresahan, dan berdamai dengan diri sendiri di usia seperempat abad.

🌤️ Sonten: Tentang Waktu, Keresahan, dan Penerimaan

     ARTWORK SONTEN

“Dewasa ini,” begitu kalimat pembuka yang melandasi lahirnya lagu Sonten.
Keresahan pada masa quarter-life crisis menjadi titik tolak utama dalam penulisan lagu ini. “Temui nestapa, yang hanyut dalam tanya. Di mana letak jawabnya?” tulis Diofan Kelana, sang penulis lirik, saat mencoba memahami arti perjalanan hidup dan waktu yang terus berjalan.

Dari pergulatan batin inilah, LEVITAPE lahir duo pop yang digawangi oleh Diofan Kelana dan Briyan Obaja

🕰️ Perjalanan Kreatif yang Panjang


Gagasan Sonten pertama kali muncul pada 2022, saat Dio menulis potongan chorus di tengah masa yang ia sebut sebagai “tiny disaster” dalam hidupnya.
Namun proses penyelesaian karya ini sempat tertunda karena tuntutan realitas kehidupan. Inspirasi baru muncul kembali pada tahun berikutnya, ketika Dio mendengarkan perilisan album “The Ballad of Darren” dari BLUR dan “Quo Vadis, SORE?” dari SORE.

> “Bangsat, keduanya masih punya semangat untuk bermusik,”
ujar Dio sebuah kalimat sederhana yang menjadi titik balik semangatnya untuk menuntaskan karya yang sempat mangkrak itu.

Dari semangat yang menyala kembali, lahirlah Sonten kata dalam bahasa Jawa yang berarti “sore”.

🎧 Sore, Lamunan, dan Narasi Kehidupan

Jika didengarkan dengan saksama, Sonten adalah perenungan sederhana tentang bagaimana Dio memandang sore di belantara kebun belakang rumahnya.
Lirik seperti “Kuning menyapa, melekat setengah lima” menjadi potongan visual dari lamunan sore yang ia ungkapkan dengan gaya Paloh Pop, istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan pendekatan puitis dan melankolis dalam bermusik terinspirasi dari sosok Kaka “Paloh” (SORE).

Meskipun verse dan chorus lagu ini dibuat dengan jarak waktu satu tahun, keduanya tetap terikat oleh satu benang merah: penerimaan atas kehidupan yang terus berjalan, meski belum semua pertanyaan menemukan jawabannya.

> “Mau apa dikata, namun hidup akan terus berjalan,
dan waktu yang akan menemukan jawaban.”

🎶 Proses Produksi dan Kolaborasi

Lagu Sonten ditulis oleh Diofan Kelana, dengan proses penggarapan musik yang dibantu oleh Briyan Obaja, yang juga mengisi vokal utama.
Dalam proses rekaman, mereka turut melibatkan:

Heskya Stepen - pengisi instrumen keyboard dan MIDI controller

Iswahyono – pengisi drum

Tegar Agung (Scarcity.op) – produser, mixing, mastering, sekaligus pengisi beberapa instrumen tambahan

Proses produksi dilakukan dengan pendekatan minimalis namun penuh perasaan, menghasilkan nuansa hangat dan intim yang menjadi ciri khas Sonten.

💿 Debut yang Reflektif

Dirilis pada 24 Oktober 2025, Sonten menjadi langkah pertama LEVITAPE dalam menapaki perjalanan mereka di dunia musik Indonesia.

Lewat lagu ini, Dio dan Briyan mengajak pendengar merenungi arti waktu, keresahan, dan kedewasaan bahwa dalam setiap sore yang temaram, selalu ada ruang untuk menerima dan memaafkan diri sendiri.

📲 Kontak & Media Sosial:

📞 Telp: 0851 5705 1677
📧 Email: levitape00@gmail.com
📸 Instagram: @levitape_


Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku











Posting Komentar

0 Komentar