Di kota, hidup berjalan tanpa aba-aba. Waktu terus bergerak, suara bersahutan, dan manusia dipaksa bertahan dengan caranya masing-masing. Di tengah keramaian itulah ES Coret kembali hadir lewat album terbaru mereka, “Berdansa di Keramaian Kota” sebuah penanda perjalanan 27 tahun berkarya, berjuang, dan bertahan di jalur musik independen.
Album ini lahir dari satu kesadaran sederhana: bertahan saja tidak cukup. Kadang, hidup perlu dirayakan, meski hanya dengan langkah kecil, meski di ruang yang penuh tekanan. Inilah semangat yang dirangkum ES Coret dalam tema “27th Struggle and Survive.”
💿 Tentang Berdansa Di Keramaian Kota:
Album ini menjadi refleksi kolektif ES Coret atas kehidupan urban tentang manusia yang terus bergerak di tengah tuntutan, kebisingan, dan rutinitas. Kota digambarkan bukan hanya sebagai latar, tetapi sebagai karakter: keras, padat, dan penuh cerita yang saling beririsan.
Berdansa di Keramaian Kota tidak menawarkan pelarian. Album ini justru mengajak pendengarnya untuk tetap berdiri di tengah riuh, menghadapi hidup apa adanya. Lagu-lagunya bercerita tentang perjuangan yang tidak selalu berakhir bahagia, kehilangan yang datang tanpa aba-aba, serta proses tumbuh yang seringkali terasa melelahkan.
ES Coret menghadirkan kembali materi dengan pendekatan musikal yang lebih dewasa. Energi khas mereka tetap terjaga, namun kini dibalut dengan pengalaman panjang. Di sini, musik bukan sekadar luapan tenaga, melainkan ruang untuk merenung dan berdamai.
Berdansa di Keramaian Kota bukan album tentang kemenangan besar. Ia adalah tentang bertahan hari demi hari, tentang menemukan alasan untuk tetap bergerak, dan tentang keberanian merayakan hidup di tengah segala keterbatasan.
🎶 Proses Rekam & Visual:
Album Berdansa di Keramaian Kota direkam di Studio Starlight dan Studio P35, di bawah naungan OffTheRecord / Bravo Musik Entertainment. Proses pengerjaan berlangsung tanpa tergesa, memberi ruang bagi setiap lagu untuk menemukan napasnya sendiri.
Untuk visual, ES Coret mempercayakan artwork album kepada Denis Slepo, yang menerjemahkan hiruk-pikuk kota dan semangat bertahan ke dalam visual yang jujur dan relevan dengan ruh album.
“Berdansa di Keramaian Kota” memaknai menari bukan sebagai euforia, melainkan sebagai simbol ketahanan. Tentang bagaimana seseorang tetap menemukan ritme hidupnya sendiri, meski dunia di sekelilingnya berjalan terlalu cepat.
🙍 Tentang ES Coret:
Selama 27 tahun, ES Coret berjalan dengan formasi yang tetap, sebuah hal yang semakin jarang ditemui di industri musik hari ini:
Febby Noya — vokal
Tony Hermanto Sunardi — gitar
Raditya Ibrahim — keyboard
Pieter Tanggar — bass
Yuni Andri Nugroho (Tembonk) — drum
Ganang Tunggal Saputro — harmonika & vokal latar
Formasi yang sama ini bukan sekadar daftar nama, tetapi cerminan perjalanan bersama tentang tumbuh, berubah, dan saling menguatkan di tengah dinamika waktu.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Album ini kini telah tersedia di seluruh platform musik digital siap menemani mereka yang masih berusaha berdiri di tengah riuhnya kota.
📎 Kredit Album:
● Judul: Berdansa Di Keramaian Kota
● Artis: Es Coret
● Rilis: 14 Desember 2025
● Ciptaan: Es Coret
● Aransemen: Es Coret
● Genre: SKA
● Produser: Babeh Hardy
● Mixing & Mastering: Bravo Off The Record
● Label : Bravo Off The Record Management
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp : 081212027760
● Email : escoretska@gmail.com
● Instagram : escoret_official
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar