LAYAW:“TAHTA API” Kitab Gelap Dari Tanah Sunyi Yang Menjelma Menjadi Api

   LAYAW

Dalam lanskap musik Indonesia yang sering kali terasa aman, rapi, dan dipoles agar mudah diterima, Layaw hadir seperti makhluk yang menolak dijinakkan.

Mereka datang bukan untuk menyenangkan telinga melainkan untuk mengusik batin. Lewat album debut berjudul “TAHTA API”, Layaw menyodorkan pengalaman yang lebih menyerupai ritual pembakaran jiwa ketimbang sekadar mendengarkan musik.

💿 Tentang "Tahta Api":

   ARTWORK TAHTA API

“TAHTA API” adalah ledakan dari pergulatan batin sang vokalis, The Goath, yang hidup berdampingan dengan bayang-bayang paling kelam: Kesenangan yang menyesatkan, stygophilia yang menghantui, depresi rock bottom, ragam isme yang menyesakkan, hingga bisikan kematian dan godaan bunuh diri yang tak pernah benar-benar pergi. Semua itu ia destilasi menjadi dentuman, jeritan, dan mantra yang menyayat.

Musik dalam album ini bergerak liar dan tak terduga, riff gitar yang melompat seperti kilat hitam, dentum drum yang seperti palu neraka, dan vokal The Goath yang lebih mirip jeritan makhluk yang mencoba keluar dari tubuhnya sendiri. Setiap elemen terasa seperti bagian dari upacara pemanggilan badai.

Layaw menyampaikan satu pesan sederhana namun membakar:

“Biarkan kebenaran melukai. Biarkan api di dalam diri menyala.
Apa pun yang terjadi jangan biarkan ia padam.”

🎶 Daftar Lagu Album “TAHTA API”:


Setiap lagu dalam album ini adalah bab dalam kisah manusia yang terus kalah dalam perang melawan dirinya sendiri tetapi tetap memilih bertarung.

1. MURKA – Ledakan awal, amarah purba yang menjadi fondasi album.

2. ORDO ULAR – Rayapan gelap yang menawarkan racun dan kenikmatan.

3. MATI – Renungan pahit di batas hidup, ketika putus asa menjadi bahasa.

4. ARAK LAYAW – Ritual sesat, mabuk, dan mantra-mantra tak terucap.

5. B.U.R.A.M – Realitas yang retak, kepala yang bening lalu runtuh.

6. DELTA MULUT SETAN – Tentang tipu daya, godaan, dan suara-suara gelap.

7. ALKOHOL – Pelarian yang dijadikan pelukan, sekaligus perusak diam-diam.

8. ROCK N ROLL NARAKA – Persembahan untuk rock keras yang menolak mati.

9. BALADA INSAN UNDERGROUND – Salam hormat untuk jiwa-jiwa bawah tanah.

10. NERAKA JAHANAM – Adaptasi Duokribo, kini lebih liar, lebih brutal.

11. INFERNAL – Penutup yang meledakkan segalanya menjadi abu.

🙍 TENTANG LAYAW:

   LOGO LAYAW

Layaw muncul dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sebuah kota kecil yang damai, terlalu damai, sampai-sampai kebisuannya terasa seperti penjara. Di tengah stagnasi itulah Layaw menjadi gangguan, luka, dan perlawanan yang menolak tunduk.

Nama “Layaw”, yang berarti kacau atau tidak jelas, bukan sekadar label, melainkan jiwa mereka:
tak teratur, tak mau tunduk pada pakem, dan selalu memelihara chaos sebagai identitas utama.

Layaw adalah api:

– Tak bisa ditebak,
– Membakar tanpa kompromi,
– Menyala paling terang saat semuanya gelap.

Personel Layaw:

Ness – Gitar

Darma – Bass

The Goath – Vokal

Munir – Gitar

Gilang – Drum

Inspirasi mereka datang dari obsesi tak sehat terhadap Black Sabbath hingga Alice in Chains dua band yang memuja massa gelap rock dan bau kematian dalam musiknya. Tapi Layaw bukan meniru, mereka ingin menjadi bara baru dari tanah Kalimantan yang siap menyebar ke seluruh negeri.

Lewat “TAHTA API”, Layaw bukan hanya merilis album. Mereka mengirimkan peringatan:
Rock belum mati. Ia hanya menunggu orang yang cukup nekat untuk membangunkannya.

🎧 Dengarkan Sekarang:

Album “Tahta Api” kini tersedia di seluruh platform streaming musik: Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan lainnya.

📎 Kredit Album:

● Judul: Tahta Api
● Artis: Layaw
● Seluruh Musik Ditulis oleh: LAYAW/“Neraka Jahanam” (Original Song): Duokribo
● Lirik oleh: The Goath/“Arak Layaw” Lirik oleh Wijaya The Odore
● Recording: Layaw Music Studio
● Recording Engginer: Aldi Petang
● Mixing/Mastering: Ridu/Nolep Records
● Genre: Rock Naraka
● Label: Nolep Records
● Artwork: Pandu W. Al-Zulbeidi

📩 Kontak & Media Sosial:

● Cp: 087722180288 
● Email: layawnaraka@gmail.com
● Instagram: @layaw.__




Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku







Posting Komentar

0 Komentar