WETHEFEELINGS:“PHASE” Memoar Emosional Para Dewasa yang Tak Berhenti Merasa

   WETHEFEELINGS

Unit emo asal Yogyakarta, WETHEFEELINGS, resmi merilis EP (mini album) perdana mereka bertajuk “PHASE”. Berisi lima trek penuh emosi, EP ini menjadi penanda kembalinya kegelisahan yang jujur ke dalam musik distorsi sebuah pembuktian bahwa usia matang, tanggung jawab hidup, dan status “bapak-bapak” tidak serta-merta memadamkan api keresahan dalam diri manusia.

Alih-alih berusaha terlihat baik-baik saja, “PHASE” justru berdiri sebagai monumen perjalanan mental para personilnya yang kini menginjak usia pertengahan 30-an. EP ini merangkum kecemasan, kelelahan, kerentanan, dan harapan, hal-hal yang kerap disimpan rapat oleh laki-laki dewasa dalam keseharian mereka.

💿 Tentang Phase:

   ARTWORK PHASE

PHASE adalah mini album perdana WETHEFEELINGS yang merangkum perjalanan emosional manusia dewasa, tentang bertahan, jatuh, bangkit, dan menerima bahwa tidak semua hal harus selesai hari ini. EP ini menjadi medium refleksi bagi generasi milenial yang tumbuh bersama distorsi, namun kini hidup di dunia yang menuntut stabilitas.

Alih-alih menghindari luka, WETHEFEELINGS memilih untuk merangkulnya, menjadikannya musik.

Tracklist EP “PHASE”:

1. Broken (New Version)

2. Anxious

3. Alive

4. Unsatisfied

5. Masa

Secara musikal, WETHEFEELINGS mengusung nuansa emo dan post-hardcore yang melodis namun penuh distorsi, mengingatkan pada era kejayaan band-band awal 2000-an seperti Saosin dan My Chemical Romance. Namun “PHASE” bukan sekadar nostalgia.

Lewat aransemen yang emosional dan lirik yang lugas, EP ini hadir sebagai diary kolektif, tentang bagaimana manusia dewasa berusaha tetap bernapas di tengah tekanan hidup, tuntutan ekonomi, relasi, dan ekspektasi sosial.

Pendengar diajak menyelami fase-fase emosional yang dialami oleh:

Rusli (Vokal)

Fai (Gitar)

Geri (Gitar)

Ressa (Bass)

Rangga (Drum)

Setiap lagu terasa seperti potongan fase yang berbeda, mulai dari kegelisahan, perlawanan batin, hingga upaya untuk tetap hidup dan bertahan.

🎶 “Masa”, Penutup yang Menenangkan:

   LOGO WETHEFEELINGS

Puncak narasi EP ini terletak pada lagu penutup berjudul “Masa”. Berbeda dari keputusasaan yang sering diasosiasikan dengan genre emo, lagu ini justru menawarkan resolusi yang hangat dan penuh harapan.

Dengan penggalan lirik:

“Akan ada masa kau memenangkan segalanya
Mungkin tak sekarang, dan mungkin tak mudah
Please don’t give up.”

“Masa” menjadi pengingat bahwa kegagalan, kelelahan, dan patah arah hanyalah sebuah fase sementara dalam perjalanan hidup yang panjang.

“Kami ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk merasa lelah atau cemas, bahkan di usia 30-an saat tuntutan hidup makin tinggi. Tapi pada akhirnya, semua itu hanya fase. Akan ada masa di mana kita menang,”

— Rusli, vokalis WETHEFEELINGS.

🙍 Tentang WETHEFEELINGS:


WETHEFEELINGS adalah band emo asal Yogyakarta yang terbentuk dari para musisi yang telah lama berkecimpung di skena musik lokal. Setelah sempat hiatus dan menjalani fase hidup masing-masing, mereka kembali bersatu dengan nama baru pada tahun 2020.

Musik WETHEFEELINGS menggabungkan distorsi yang intens dengan lirik yang jujur dan emosional, mewakili suara hati generasi milenial yang menolak menyerah pada keadaan, meski hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.

🎧 Dengarkan Sekarang:

EP “PHASE” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform seperti Spotify, Apple Music, Resso, dan lainnya.

📎 Kredit Ep:

● Judul: PHASE 
● Artis: WETHEFEELINGS
● Rilis: 2025
● Ciptaan: Ruslie, Fai, Ressa, Geri, Rangga
● Aransemen: Fai, Ressa, Rangga
● Genre: Emo
● Produser: Ruslie, Fai dan Ressa
● Mixing & Mastering: Ferdy
● Label: WETHEFEELINGS

📩 Kontak & Media Sosial:

● Cp: 081229944095
● Instagram: @wethefeelings 




Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku





Posting Komentar

0 Komentar