YUS KURNIA

Tahun penuh gejolak ini ditutup oleh sebuah letupan kreativitas dari alam bawah sadar Yus Kurnia, musisi indie eksentrik asal Bandung yang selalu berani melompat keluar dari zona aman.

Melalui album penuh ambisi berjudul The Permian Extinction, Yus menghadirkan sebuah karya yang sejak awal dirancang sebagai eksperimen besar: sebuah ledakan genre, ide, dan emosi yang diracik tanpa batasan.

Album ini sudah digagas sejak akhir 2024, dan kini hadir sebagai “Frankenstein” musikal menggabungkan Potongan-potongan dari berbagai genre: Pop Punk, Japanese Rock, Heavy Metal, Hip Hop, Progressive Rock, Bubblegum Pop, Stoner, hingga Avant Garde. Semuanya dipertemukan dalam satu rumah, tanpa mengorbankan identitas liar Yus yang sudah lama menjadi ciri khasnya.

Terinspirasi oleh White Album milik The Beatles, Yus membangun The Permian Extinction sebagai etalase yang memamerkan seluruh selera musiknya. Total ada 18 lagu yang saling berjauhan dari segi gaya, namun justru saling mengisi dan menciptakan alur emosional yang unik, seakan mengajak pendengar untuk masuk ke labirin pikiran sang musisi.

Proses pengerjaannya berlangsung selama lima bulan di home studio pribadi milik Yus. Proyek dimulai dengan rekaman track “Orchid Bloom In Time” pada Mei, kemudian ditutup oleh “amore verde” pada Oktober 2025. Dari 18 lagu, 17 ditulis dan diaransemen oleh Yus sendiri, sementara satu track berjudul “superHERO” merupakan karya tamu dari Yunas George (Naiysis).

💿 Tentang The Permian Extinction:

   ARTWORK THE PERMIAN EXTINCTION

Judul album ini diambil dari peristiwa kepunahan massal terbesar sepanjang sejarah Bumi: The Permian Extinction, yang terjadi sekitar 250 juta tahun lalu. Bagi Yus, nama itu adalah metafora paling pas untuk menggambarkan kekacauan batin, turbulensi emosi, dan gelombang kreativitas yang menghantam dirinya sepanjang proses pembuatan album.

Setiap lagu di dalamnya adalah fragmen perasaan, fase hidup, dan pikiran liar yang saling bertubrukan. Album ini seperti catatan perjalanan melalui dunia dalam kepala Yus, gelap, terang, kacau, indah, absurd, dan penuh kejujuran.


Dengan durasi dan jumlah track yang besar, The Permian Extinction bukan sekadar album, melainkan sebuah world-building. Sebuah jagat musik yang dibangun dari keberanian untuk tidak mengikuti pakem, serta eksplorasi tanpa kompromi terhadap suara, tekstur, dan bentuk.

Daftar Lagu:

1. Acid flanger

2. Maria (Semua Rasa Ini) – Album Mix

3. Primal Instinct

4. Dancing Lady

5. Good Morning Sunshine – Album Mix

6. “upsweep”

7. Orchid Bloom In Time

8. Burn Me!

9. stationary heart attack

10. PANGEA

11. See You Mr. Spaceman

12. amore verde

13. Dimetrodon

14. Millennium Of Death

15. lucy

16. superHERO

17. The Permian Extinction

18. Bintang Mati

🙍 Tentang Yus Kurnia:


Yus Kurnia adalah musisi indie asal Bandung yang dikenal karena pendekatannya yang eksperimental, DIY, dan cenderung “tidak mau diatur” dalam proses berkarya. Ia tumbuh dengan pengaruh musik yang luas dari rock klasik, metal modern, pop Jepang, hingga elektronik avant-garde. Hal itu menjadikannya figur unik dalam skena musik independen lokal.

Sebagai musisi yang mengerjakan hampir seluruh proses kreatif seorang diri, Yus memposisikan dirinya bukan hanya sebagai performer, tetapi juga producer, arranger, sound engineer, dan storyteller. Ia selalu menghadirkan karya dengan konsep yang kuat, dan The Permian Extinction menjadi pencapaian paling ambisiusnya sejauh ini.

🎧 Dengarkan Sekarang:

“The Permian Extinction” telah resmi dirilis pada 1 Desember 2025 dan kini dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.

📎 Kredit Album:

● Judul: The Permian Extinction
● Artis: Yus Kurnia
● Rilis: 1 Desember 2025
● Ciptaan: Yus Kurnia
● Aransemen: Yus Kurnia
● Produser: Yus Kurnia
● Genre: Experimental Rock
● Mixing & Mastering: Yus Kurnia
● Label: Independen 

📩 Kontak & Media Sosial:

● CP: 085142135148 (Yus)
● Email: yusufkurnia769@gmail.com
● Instagram: @yuspocalypse




Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku