Musisi pendatang baru asal Yogyakarta, Nawalre, resmi memperkenalkan dirinya ke ranah musik independen Indonesia lewat single debut bertajuk “Honeydrunk”. Lagu ini bukan sekadar pembuka perjalanan karier, melainkan sebuah pernyataan personal tentang cinta, kehilangan, dan bagaimana perasaan terdalam bisa diabadikan lewat musik.
“Honeydrunk” lahir dari kekaguman Nawalre terhadap satu hal yang tampak sederhana, namun memiliki daya magis yang kuat: sebuah nama. Lagu ini terinspirasi dari sosok kekasihnya, Ifroh, yang menurut Nawalre memiliki nama unik dan jarang dijumpai. Keunikan tersebut meninggalkan kesan mendalam, hingga mendorongnya untuk mengabadikan nama itu dalam sebuah karya musik.
Namun alih-alih menuliskannya secara terang-terangan di dalam lirik, Nawalre memilih pendekatan yang lebih halus dan puitis. Nama Ifroh “disembunyikan” melalui permainan bunyi pada baris pembuka verse pertama, “If a rose…”. Ketika diucapkan, frasa tersebut terdengar begitu dekat dengan pelafalan nama sang kekasih sebuah kode kecil yang intim, personal, namun tetap terbuka bagi interpretasi pendengar.
Pendekatan ini menjadi simbol bagaimana Nawalre memaknai cinta: dijaga, tidak diumbar, tetapi tetap ingin dibagikan ke dunia dalam bentuk yang indah.
“Nama itu jarang sekali dipakai. Aku ingin nama unik ini jadi abadi, dan semoga suatu hari nanti banyak orang memakai nama Ifroh untuk anak mereka,” ujar Nawalre.
💿 Tentang Honeydrunk:
Secara tematik, “Honeydrunk” menggambarkan sensasi jatuh cinta yang intens dan memabukkan. Lagu ini berbicara tentang rasa ingin selalu berada dekat dengan seseorang, candu terhadap kehadiran, dan ketidakmampuan melepaskan diri dari manisnya hubungan yang sedang dijalani.
Metafora lebah dan nektar menjadi gambaran utama: cinta diibaratkan seperti nektar bunga manis, menggoda, dan membuat lebah terus kembali meskipun tahu ia bisa tersesat terlalu jauh. Perasaan inilah yang coba ditangkap Nawalre, sebuah fase ketika logika kerap kalah oleh emosi, dan dunia terasa berputar hanya pada satu orang.
Namun “Honeydrunk” tidak berhenti sebagai lagu cinta romantis yang ringan. Di balik kemanisannya, terselip rasa rapuh, ketergantungan, dan kejujuran emosional yang membuat lagu ini terasa manusiawi dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Menariknya, Nawalre mengungkap bahwa “Honeydrunk” tidak hanya didedikasikan untuk sang kekasih. Lagu ini juga menjadi ruang refleksi atas hubungan emosionalnya dengan sosok perempuan pertama yang ia cintai: almarhumah ibunya.
Ketulusan dan kekuatan yang ia temukan dalam diri Ifroh membangkitkan kembali rasa aman dan hangat yang dulu ia rasakan semasa kecil. Perasaan ketika dunia terasa sederhana, dan segala hal—baik suka maupun duka selalu bermuara pada satu sosok.
“Selain untuk Ifroh, lagu ini jelas untuk perempuan pertama yang aku cintai, yaitu Ibuku. Kalau lagi pacaran kan kita pasti apa-apa cerita ke pacar. Nah, perasaan dunia berputar hanya pada satu orang itu sama seperti waktu kecil, apa-apa pasti larinya ke Ibu,” ungkap Nawalre.
Lapisan emosional inilah yang membuat “Honeydrunk” terasa lebih dalam dari sekadar lagu romansa. Ia menjadi jembatan antara cinta masa kini dan kenangan masa lalu, antara kehadiran dan kehilangan.
🎶 Nuansa Musikal: Intim, Hangat, dan Personal
Dari sisi musikal, “Honeydrunk” dibangun dengan pendekatan yang intim dan emosional. Aransemen dirancang untuk memberi ruang pada cerita dan perasaan yang disampaikan, menciptakan atmosfer hangat yang terasa dekat dengan pendengar.
Nuansa musiknya mengalir lembut, menghadirkan suasana “memabukkan” tanpa harus terdengar berlebihan. Setiap elemen terasa diarahkan untuk mendukung narasi membiarkan emosi menjadi pusat, bukan sekadar teknik atau kemegahan produksi.
Pendekatan ini membuat “Honeydrunk” terasa seperti sebuah pengakuan personal, seolah pendengar diajak masuk ke ruang privat Nawalre dan menyimak kisah cintanya secara langsung.
🙍 Tentang Nawalre:
Sebagai musisi pendatang baru, Nawalre memposisikan kejujuran emosional sebagai fondasi utama dalam berkarya. Ia menjadikan pengalaman personal, ingatan, dan relasi manusia sebagai sumber cerita yang diolah menjadi lagu.
“Honeydrunk” menjadi langkah awal yang penting bukan hanya sebagai debut, tetapi juga sebagai penanda arah bermusik Nawalre ke depan: intim, reflektif, dan sarat makna. Sebuah pengantar tentang siapa dirinya dan apa yang ingin ia sampaikan melalui musik.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single “Honeydrunk” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital. Lagu ini ditujukan bagi mereka yang sedang jatuh cinta, tengah berjuang mempertahankan hubungan, atau ingin kembali percaya pada kehangatan sebuah perasaan.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Honeydrunk
● Artis: Nawalre
● Rilis: 28 Desember 2025
● Ciptaan: Nawalre
● Aransemen: Hakam Tsaqib
● Genre: Pop
● Produser: Hakam Tsaqib
● Mixing & Mastering: Hakam Tsaqib
● Label: Jonotify
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp: Nawalre
● Email: nawalbujanadi@gmail.com
● Instagram: @nawalree
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar