STRUGGLER:“Struggling” Tentang Krisis Identitas, Kehilangan Arah, Dan Perlawanan Batin

   STRUGGLER

Di tengah realitas hidup yang semakin padat, penuh tuntutan, dan sering kali terasa tanpa jeda, unit rock asal Banjarmasin STRUGGLER merespons kegelisahan tersebut melalui karya terbaru mereka bertajuk “Struggling”. 

Single ini resmi dirilis pada 12 Januari 2026 dan menjadi medium bagi STRUGGLER untuk menyuarakan keresahan yang kerap hadir dalam fase pendewasaan: rasa terasing, kelelahan emosional, serta pertanyaan tentang siapa diri kita sebenarnya di tengah dunia yang terus bergerak cepat.

Alih-alih menawarkan narasi optimistis yang klise, STRUGGLER memilih jalur yang lebih jujur menyuarakan kegamangan, kemarahan, dan ketidakpastian sebagai bagian yang sah dari proses bertahan hidup.

💿 Tentang Struggling:

   ARTWORK STRUGGLING

“Struggling” merupakan materi lama yang sempat tersimpan dan nyaris terlupakan sebelum akhirnya diputuskan untuk digarap ulang. Lagu ini lahir dari pengalaman personal para personel STRUGGLER, namun secara reflektif juga merepresentasikan kegelisahan kolektif banyak orang: janji yang tak kunjung terpenuhi, tekanan untuk terus berjalan tanpa sempat memahami diri sendiri, serta rasa kehilangan arah yang datang perlahan.

Keputusan merilis “Struggling” tidak melalui perhitungan panjang atau strategi berlapis. Lagu ini dilepas sebagai bentuk kejujuran sebuah dorongan untuk tidak lagi memendam emosi yang terlalu berat untuk disimpan sendiri. STRUGGLER melihat lagu ini sebagai pengakuan, bukan penghakiman; sebuah pengingat bahwa perasaan terjebak dan rapuh adalah bagian dari perjalanan manusia dewasa.

🎶 Nuansa Musikal:

    LOGO STRUGGLER

Dari sisi musikal, STRUGGLER meramu karakter early grunge yang mentah dengan sentuhan alternative garage rock serta groove semi-surf yang memberi ruang pada dinamika ritmis. Pengaruh Nirvana – Smells Like Teen Spirit terasa kuat lewat riff minor yang repetitif, distorsi kasar, dan ledakan emosi di bagian klimaks lagu. Sementara itu, groove sinis dan ritme yang mengalir terinspirasi dari The Beatles - Come Together, menghadirkan nuansa kontras antara agresi dan refleksi.

Struktur lagu yang sederhana namun intens menjadi kekuatan utama “Struggling”. Permainan drum yang menghajar, bassline yang padat, serta vokal yang terdengar tertekan namun jujur, menciptakan atmosfer gelisah yang konsisten dari awal hingga akhir. Dinamika naik turun bukan sekadar elemen musikal, melainkan cerminan kondisi batin perlawanan yang tidak selalu tentang menang, tetapi tentang bangkit dan tetap berdiri.

🙍 Tentang Struggler:


STRUGGLER digawangi oleh Rizal Alif (vokal/gitar), Dhikri Suhartono (bass), dan Akhmad Aripandi (drum). Terbentuk dari keresahan yang serupa, STRUGGLER memposisikan musik sebagai ruang ekspresi paling jujur untuk membicarakan hal-hal yang sering dihindari: rasa gagal, kemarahan yang terpendam, dan krisis identitas di usia dewasa.

Sebagai unit rock independen dari Banjarmasin, STRUGGLER membawa karakter sound yang tidak dibuat-buat, mentah, lugas, dan emosional. Mereka tidak mengejar kesempurnaan teknis semata, melainkan keutuhan rasa. 

Melalui “Struggling”, STRUGGLER menegaskan arah musikal mereka: musik sebagai medium perlawanan batin, refleksi diri, dan upaya bertahan di tengah dunia yang menuntut tanpa memberi cukup ruang untuk bernapas.

🎧 Dengarkan Sekarang:

Single “Struggling” kini telah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh Digital Streaming Platform (DSP).

📎 Kredit Lagu:

● Judul: Struggling
● Artis: Struggler
● Rilis: 12 januari, 2026
● Ciptaan: Rizal alif 
● Aransemen: Rizal alif
● Genre: Alternative/Garage Rock
● Produser: Dhikri/refka
● Mixing & Mastering: Indra Gunawan
● Label: Independen

📩 Kontak & Media Sosial:

● Cp 0895611976780
● Email struggler.ofc@gamil.com
● Instagram truggler.bdj




Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku




Posting Komentar

0 Komentar