Setelah satu tahun berkecimpung di dunia musik independen, The Komat, band alternatif punk/punk rock asal Sampang, Madura, resmi merilis mini album/EP perdana mereka bertajuk “Punggung Beton” pada 8 Desember 2025. EP ini menjadi penanda perjalanan penting bagi The Komat sebuah pernyataan jujur tentang hidup, kerja, lelah, dan harapan dari sudut pandang kelas pekerja, khususnya generasi Z.
Berangkat dari keresahan yang sama sebagai kaum pekerja, Firman Abdi menuangkan cerita-cerita yang lahir dari lingkungan sekitar: rutinitas yang menjemukan, tekanan hidup di usia muda, hingga upaya bertahan tanpa kehilangan arah. Semua itu dikemas dalam energi punk rock yang mentah, lugas, dan emosional ciri khas The Komat sejak awal terbentuk.
💿 Tentang “Punggung Beton”:
“Punggung Beton” berisi 4 track yang saling terhubung sebagai potret kehidupan sehari-hari:
Ampun Gusti
Lelah yang Dirayakan
Doa Untukmu
Udah Dirumah
Perilisan “Punggung Beton” juga menandai babak baru dalam perjalanan The Komat. Setelah EP ini dirilis, salah satu personel, Ryan Aji (gitar), resmi mengundurkan diri dari band. Meski demikian, The Komat menegaskan bahwa semangat mereka untuk terus berkarya dan bersuara tidak akan padam.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara musikal, EP ini menggabungkan punk rock yang agresif, riff gitar yang lugas, tempo cepat, serta lirik yang blak-blakan namun tetap personal. Tidak ada romantisasi berlebihan yang ada hanyalah kejujuran tentang hidup yang keras, namun tetap harus dijalani.
Proses produksi EP ini memakan waktu kurang lebih 6 bulan, dimulai dari penggarapan take guide hingga tahap akhir perilisan. Seluruh materi dikerjakan secara kolektif oleh personel The Komat dengan bantuan produser Bagus Fajar (Malang) dan Itantowi (Sampang). Hasilnya adalah karya yang terasa dekat, relevan, dan mewakili suara anak muda yang hidup di tengah keterbatasan.
Babak Baru The Komat
🙍 Tentang The Komat:
The Komat adalah band alternatif punk/punk rock asal Kabupaten Sampang, Madura, yang terbentuk pada 11 November 2024. Band ini lahir dari tongkrongan sederhana orang-orang dengan latar belakang yang sama: kelas pekerja yang ingin menyalurkan keresahan lewat musik.
Nama “The Komat” diambil dari kata Komat yang berarti “Kota Mati” sebuah refleksi jujur tentang kondisi daerah tempat mereka tinggal yang jauh dari kata maju, termasuk dalam ekosistem industri musik dan karya. Dari keterbatasan itulah The Komat justru menemukan identitas dan semangat perlawanan.
Di awal kariernya, The Komat merilis demo single “Lelah yang Dirayakan”, yang kini sudah tersedia di berbagai platform digital streaming dan menjadi fondasi musikal menuju EP “Punggung Beton”.
Personel The Komat:
Firman Abdi – Guitar / Vokal
Ryan Aji – Guitar (hingga perilisan EP)
Abim Arthur – Bass / Vokal
Royhan – Drum
🎧 Dengarkan Sekarang:
Ep "Punggung Beton" telah dirilis dapat didengarkan di berbagai platform musik digital seperti, Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
📎 Kredit Ep:
● Judul: Punggung Beton
● Artis: The Komat
● Rilis: 8 Desember 2025
● Produser: Bagus Fajar (Malang), Itantowi (Sampang)
● Desain Grafis: MyBedmemories
● Fotografer & Videografer: Disarm_le
● Editor & Pengelola Media Sosial: Aleuryd
● Runners: Ridok Koleg
● Genre: Alternative Punk/Punk Rock
● Label: Independen
📩 Kontak & Media Sosial:
● Email: thekomat2024@gmail.com
● Instagram: @thekomat_
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar