Skena alternative rock Indonesia kembali kedatangan warna baru. Lady in Gown resmi memperkenalkan diri lewat debut single bertajuk “Ecstasy”, sebuah lagu yang tak hanya menghadirkan riff gitar catchy dan atmosfer raw, tetapi juga membawa kritik sosial terhadap fenomena romansa remaja yang repetitif dan kehilangan arah.
Dirilis pada 13 Februari 2026, Ecstasy menjadi fondasi awal perjalanan Lady in Gown menuju rilisan-rilisan berikutnya, termasuk rencana EP di akhir tahun 2026.
💿 Tentang Ecstasy:
Ecstasy berbicara tentang adiksi dalam percintaan fase ketika hubungan tak lagi memiliki arah jelas dan hanya berputar pada pencarian afeksi semata. Lagu ini menangkap batas tipis antara kenikmatan dan kehancuran, antara rasa euforia dan kehampaan emosional. Mirza Haykal Shaqiel sebagai penulis lirik menyampaikan keresahan generasi hari ini terhadap hubungan yang terasa repetitif dan meaningless.
“Hubungan sekarang banyak yang nggak punya arah jelas atau cuma sekadar cari afeksi. Itu sering terjadi di kalangan remaja, dan akhirnya jadi adiksi yang nggak sehat. Itu yang mau kita capture di ‘Ecstasy’,” ujar Haykal.
Meski memiliki pesan yang cukup tajam, Lady in Gown tetap memberi ruang bagi pendengar untuk menafsirkan makna lagu ini secara personal.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara musikal, Ecstasy terinspirasi dari band alternative rock seperti Arctic Monkeys dan The Strokes.
Pendekatan aransemen mereka memadukan:
Riff gitar agresif namun tetap catch
Vokal emosional dengan dinamika naik-turun
Atmosfer gelap yang dibangun lewat progresi lagu yang intens
Perpaduan elemen indie rock, garage rock, dan alternative rock membuat “Ecstasy” terdengar mentah namun tetap solid secara produksi.
Visual single ini juga memperkuat atmosfer lagu. Artwork menampilkan tangan dengan cincin amethyst, simbol cinta yang gelap namun tetap menyimpan keindahan. Sentuhan warna ungu gelap dengan efek grainy dan gritty menambah kesan gloomy sekaligus misterius.
🙍 Tentang Lady in Gown:
Lady in Gown terbentuk pada akhir 2021 di lingkup kampus dengan nama awal The Strvke. Pada tahun 2022, mereka resmi berganti nama menjadi Lady in Gown sebagai identitas baru yang lebih merepresentasikan visi musikal mereka.
Formasi saat ini terdiri dari:
Mirza Haykal Shaqiel — Vocalist & Guitarist
Ilham Fitra Pratama — Lead Guitarist
Aldy Yusuf Widjaya — Bassist
Dalam proses produksi Ecstasy, mereka juga melibatkan:
Tuntas Prawatyo Tumus (ex-drummer saat era The Strvke) dalam aransemen awal Akbar Fauzan dari Kalcer Production sebagai Producer, Mixing & Mastering Lady in Gown memposisikan diri sebagai band alternative rock independen yang ingin terus berkembang dan konsisten merilis karya orisinal.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Ecstasy" sudah tersedia di berbagai platform streaming digital, Seperti Joox, Spotify, Apple Music, dan YouTube Music Dan Lainnya.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Ecstasy
● Artis: Lady in Gown
● Penulis Lirik: Mirza Haykal Shaqiel, Tuntas Prawatyo Tumus, Aldy Yusuf Widjaya, Ilham Fitra Pratama
● Composer: Tuntas Prawatyo Tumus
● Arranger: Mirza Haykal Shaqiel
● Producer: Akbar Fauzan (Kalcer Production)
● Mixing & Mastering: Akbar Fauzan (Kalcer Production)
● Recording & Production Line: Kalcer Production
● Genre: Alternative Rock
● Label: Independen
● Publisher: TuneCore
● Production House: Kalcer Production
● Rilis: 13 Februari 2026
📩 Kontak & Media Sosial:
● Email: ingownl@gmail.com
● Instagram: @ladyingown
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar