Skena rock Jakarta kembali digedor oleh kehadiran nama baru yang datang tanpa basa-basi. Regu Pemburu resmi memperkenalkan diri lewat debut single bertajuk “Protest”, sebuah ledakan amarah yang lahir dari keresahan kolektif atas kondisi sosial-politik yang kian timpang. Lagu ini bukan upaya mencari perhatian, melainkan pernyataan sikap keras, jujur, dan tak berkompromi.
Dirilis pada 23 Januari 2025, “Protest” menjadi penanda awal perjalanan Regu Pemburu sebagai band yang memilih berdiri di garis depan, menyuarakan apa yang sering dibungkam, dan menghidupkan kembali fungsi rock sebagai medium perlawanan.
💿 Tentang Protest:
“Protest” bukan sekadar lagu pembuka katalog Regu Pemburu, melainkan manifesto. Lagu ini berangkat dari draft lama milik Q yang sebelumnya terkubur dalam proyek terdahulu. Di tangan Regu Pemburu, materi tersebut dirombak total menjadi komposisi baru yang lebih agresif, lebih relevan, dan jauh lebih berbahaya.
Lirik yang ditulis oleh Dion Radke berbicara lugas kepada realitas masa kini tentang sistem yang retak, suara rakyat yang dipinggirkan, serta kemarahan yang tak lagi bisa ditahan. Regu Pemburu menolak romantisasi revolusi; bagi mereka, protes adalah bentuk bertahan hidup sebagai warga sipil di tengah sistem yang melukai.
Lagu ini didedikasikan untuk mereka yang turun ke jalan, yang bersuara di ruang digital, serta untuk kawan-kawan yang gugur dan mereka yang hingga kini masih terkurung sebagai tahanan politik. Sebuah pesan yang mereka rangkum sederhana namun tajam: INI UNTUK KALIAN.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara musikal, “Protest” berdiri di wilayah modern rock yang kotor dan mendesak. Riff gitar overdrive terdengar kasar dan menggertak, berpadu dengan gebukan drum agresif yang terus menekan tanpa memberi ruang bernapas. Bass dengan distorsi ringan namun galak menjadi tulang punggung yang mempertebal atmosfer chaos.
Vokal teriak Dion Radke menggema seperti pekikan massa di tengah jalanan mentah, penuh emosi, dan tanpa filter. Seluruh elemen dirancang untuk menciptakan atmosfer padat dan beradrenalin tinggi, menjadikan “Protest” sebuah sonic riot yang selaras dengan urgensi pesan yang dibawanya.
Proses rekaman Protest dilakukan secara berpindah-pindah di beberapa studio: Sonic Garage, Sonic Bloom, dan Studio Satu. Perjalanan ini seolah mencerminkan esensi protes itu sendiri tidak pernah rapi, tidak selalu lurus, dan penuh dinamika.
Engineering ditangani oleh Reney Karamoy (SCALLER) dan Ollie Lazuardi, sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Viki Vikranta dari Kelompok Penerbang Roket / PLP Studio. Hasilnya adalah sound yang tetap mentah dan beringas, namun presisi dan terkontrol.
🙍 Tentang Regu Pemburu:
Terbentuk pada Juli 2025, Regu Pemburu digawangi oleh Zhen (gitar), Q (bass), Sebryan (drum), dan Dion Radke (gitar/vokal). Mereka bergerak layaknya pasukan kecil: cepat, padat, dan mematikan persis seperti nama yang mereka pilih.
Dengan pendekatan yang lugas dan tanpa kompromi, Regu Pemburu memposisikan diri sebagai band yang tidak hanya memainkan musik keras, tetapi juga membawa sikap dan keberpihakan yang jelas.
🎧 Demgarkan Sekarang:
Single “Protest” dirilis pada Jumat, 23 Januari 2025 melalui PLP Records dan tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube, bersamaan dengan peluncuran music video yang menangkap esensi perlawanan yang mereka suarakan.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Protest
● Artis: Regu Pemburu
● Pencipta: Q, Dion Radke
● Aransemen: Regu Pemburu
● Mixing & Mastering: Viki Vikranta (Kelompok Penerbang Roket / PLP Studio)
● Engineering: Reney Karamoy, Ollie Lazuardi
● Rilis: 23 Januari 2025
● Genre: Modern Rock/Alternative Rock
● Label: PLP Records
● Recording Studio: Sonic Garage, Sonic Bloom, Studio Satu
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp: 081519152922 (Sylvia)
● Email: regupemburu@gmail.com
● Instagram: @regupemburu
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar