SOY KONGO:"Jelaga" Arsip Sunyi Perubahan Dalam Lanskap Yang Tersekap

    SOY KONGO

Soy Kongo merilis video klip Jelaga, sebuah karya visual yang memperpanjang narasi konseptual dari album Sekap. Dirilis pada 1 Februari 2026, video klip ini tidak hadir sebagai tontonan yang bercerita secara linear, melainkan sebagai ruang arsip tempat perubahan, benturan, dan sisa-sisa intervensi direkam dalam bentuk yang sunyi namun menetap. 

“Jelaga” menjadi medium refleksi tentang bagaimana kehidupan dan lingkungan pasca perubahan tidak pernah benar-benar bersih atau selesai. Ia menyisakan jejak. Ia mengendap.

💿 Tentang Jelaga:

    VISUAL ART JELAGA

“Jelaga” merupakan track kelima dari album Sekap, dan berfungsi sebagai metafora kondisi pasca perubahan. Jelaga digambarkan sebagai sesuatu yang nyaris tak terlihat diam, menempel, dan mengendap namun menyimpan rekaman dari proses yang telah terjadi sebelumnya.

Dalam konteks album, Jelaga bukanlah peristiwa, melainkan kondisi. Ia menjadi saksi pasif dari bentang yang telah diubah, mencatat perubahan tanpa perlawanan, tanpa suara. Melalui lagu ini, Soy Kongo menyoroti bagaimana lanskap dan kehidupan yang telah terintervensi tetap meninggalkan residu, tersimpan dalam lapisan-lapisan halus yang sering luput dari perhatian manusia.

🎥 Proses Produksi Video Musik:


 
   LOGO SOY KONGO

Video klip “Jelaga” disajikan dalam format gambar berwarna, rasio 16:9, berdurasi 2 menit 35 detik dalam format stereo untuk platform YouTube. Proses produksi dilakukan pada pekan ke-4 Desember 2025, dengan lokasi pengambilan gambar di Samarinda dan Bandung.

Secara visual, video ini menampilkan ruang yang terus bergerak. Lanskap tidak diperlakukan sebagai entitas diam, melainkan sebagai medan yang senantiasa mengalami pergeseran. Lapisan-lapisan gambar yang saling bertabrakan menjadi pendekatan utama, merepresentasikan perubahan yang terjadi secara bertumpuk, tidak linier, dan kerap menutupi jejak sebelumnya.

Pergerakan ruang yang terekam menciptakan kesan sesak dan terkurung sejalan dengan gagasan besar Sekap tentang lanskap yang tidak lagi utuh dan bebas, melainkan terbentuk dari intervensi yang berulang dan berlapis.

Dalam konteks ini, Jelaga dihadirkan sebagai perekam. Ia tidak muncul sebagai objek visual dominan, melainkan sebagai posisi konseptual. Video klip ini berfungsi layaknya arsip: mencatat tabrakan ruang, waktu, dan ingatan, serta menempatkan lanskap dalam kondisi pasca diubah terus bergerak, tersekap, dan terfragmentasi.

🙍 Tentang Soy Kongo:


Soy Kongo adalah proyek musik yang bergerak di wilayah eksperimental dengan pendekatan konseptual yang kuat. Melalui album Sekap, Soy Kongo mengolah isu ruang, lanskap, dan intervensi manusia sebagai gagasan utama, tidak hanya melalui bunyi, tetapi juga melalui visual dan narasi artistik yang saling terhubung.

Karya-karya Soy Kongo kerap menempatkan pendengar dan penonton sebagai pengamat aktif bukan untuk mencari jawaban, melainkan untuk menyadari jejak-jejak yang tertinggal.

🎧 Dengarkan Sekarang:

Video klip “Jelaga” dari Soy Kongo sudah tayang di YouTube. Dengarkan kisah tentang perubahan, kondisi yang mengendap, dan rekaman sunyi dari kehidupan kini bisa kamu rasakan lewat visual yang gelap dan jujur. Streaming juga di semua platform musik digital favoritmu.

🎬 Kredit Video Klip:

● Judul: Jelaga
● Artis: Soy Kongo
● Album: Sekap
● Genre: Darkwave/Eksperimental
● Label: Muara Records
● Produser: Soy Kongo & Yustinus Kristianto
● Sutradara & Editor: Yustinus Kristianto
● Kolaborator Video:
🔹️NG Ismawan
🔹️Michael Geraldo Satria
🔹️Faisal F. Ramdhani
🔹️Grafis: Nisrina Aulia
● Artwork / Logo: Ken Terror
● Produksi: Pekan ke-4 Desember 2025
● Lokasi Pengambilan Gambar: Samarinda & Bandung

🤝 Ucapan Terima Kasih:

Muara/org, Muara Records, Sindikat Sinema, Klamonski Studio, Robby Ocktavian, Rendy Asra, Zainudin Taro, Alam Roh, Tiar Renas, Rega Ayundya, Andresa Nugraha, Dally Anbar, Dilla Anbar, Ghofur Hanafi, Rama Saputra

📩 Kontak & Media Sosial:

● CP: 081258614540 (Dery)
● Email: muara.records@gmail.com
● Instagram: @kongokult





Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku


Posting Komentar

0 Komentar