Ketakutan tidak selalu datang dari sesuatu yang terlihat. Terkadang, ia tumbuh dari cerita yang tertanam sejak kecil, bayangan yang sulit dilupakan, atau pikiran yang perlahan mengambil alih ketika seseorang berada dalam kesendirian. Di antara mitos, kecemasan, dan konflik batin, batas antara apa yang diyakini dan apa yang dirasakan dapat menjadi semakin kabur. Gagasan inilah yang menjadi landasan “Evil Soul”, single terbaru dari Dead Standing.
Unit metalcore/post-hardcore asal Palopo, Sulawesi Selatan, ini kembali merilis karya setelah melewati masa hiatus yang cukup panjang. Kehadiran “Evil Soul” bukan hanya menjadi penanda kembalinya Dead Standing, tetapi juga membuka babak baru dalam perjalanan musikal mereka dengan pendekatan yang lebih modern dan atmosfer yang lebih gelap.
Dalam rilisan ini, Dead Standing turut menggandeng Moch Aidil, bassist dari Prince The Death, sebagai music director. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan karakter musikal yang ingin mereka hadirkan. Dengan mengangkat tema mitos, ketakutan, dan konflik spiritual, “Evil Soul” membawa pendengar menyusuri sisi psikologis manusia yang muncul ketika kesendirian dan tekanan batin mulai sulit dikendalikan.
💿 Tentang Evil Soul:
Evil Soul berangkat dari pengalaman masa kecil sang vokalis, Roland, yang berkaitan dengan mitos. Pengalaman tersebut menjadi titik awal bagi lagu yang membahas bagaimana rasa takut dapat menetap dalam ingatan dan memengaruhi cara seseorang memandang dirinya maupun lingkungan di sekitarnya. Melalui cerita tersebut, Dead Standing mengolah pengalaman personal menjadi narasi yang lebih luas tentang sisi gelap manusia.
Dalam lagu ini, bayangan, suara, dan sosok iblis tidak hanya berfungsi sebagai elemen horor, tetapi juga menjadi representasi dari ketakutan yang perlahan meresap ke dalam pikiran. Kesendirian dan tekanan batin digambarkan sebagai keadaan yang dapat memperbesar kecemasan, hingga seseorang merasa seolah sedang berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar kendalinya. Dengan demikian, unsur mitos dalam Evil Soul menjadi pintu masuk untuk membicarakan pergulatan psikologis yang lebih dalam.
Bagi Roland, sisi gelap dapat tumbuh ketika rasa takut, kesendirian, dan tekanan tidak lagi mampu dikendalikan. Gagasan ini memberikan dimensi personal pada Evil Soul, menjadikannya bukan semata-mata lagu tentang sosok menyeramkan, melainkan juga tentang pengalaman manusia ketika berhadapan dengan ketakutannya sendiri. Melalui tema tersebut, Dead Standing mengajak pendengar memasuki ruang yang penuh ketegangan, tempat mitos dan konflik batin bertemu dalam sebuah cerita yang suram.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara musikal, Evil Soul memperlihatkan arah baru Dead Standing dalam mengembangkan karakter metalcore dan post-hardcore mereka. Atmosfer gelap menjadi fondasi yang mengiringi riff gitar berat, permainan drum agresif, serta ledakan vokal yang mempertegas intensitas lagu. Unsur-unsur tersebut membangun suasana yang selaras dengan tema tentang ketakutan, kehilangan kendali, dan pergulatan di dalam diri.
Perpaduan atmosfer dan energi agresif memberi ruang bagi lagu untuk bergerak dengan intensitas yang kuat. Riff berat menghadirkan tekanan, sementara permainan drum dan vokal menjadi bagian dari ekspresi emosional yang dibangun sepanjang lagu. Pendekatan ini membuat nuansa musiknya sejalan dengan narasi yang dibawa: sebuah perjalanan menuju sisi gelap yang tidak selalu mudah dipahami atau dihadapi.
Keterlibatan Moch Aidil sebagai music director turut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan rilisan ini. Dead Standing memandang Evil Soul sebagai salah satu langkah evolusi musikal mereka, dengan pendekatan yang lebih modern dibandingkan arah karya sebelumnya. Perubahan tersebut sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi berikutnya, ketika mereka bersiap membawa identitas baru ini ke dalam materi album penuh yang direncanakan hadir pada 2027.
🙍 Tentang Dead Standing:
Dead Standing merupakan unit metalcore/post-hardcore yang berasal dari Palopo, Sulawesi Selatan. Band ini telah merilis sejumlah single sebelum memasuki masa hiatus, di antaranya “Dark And Black”, “Goneaway”, “Goodbye”, “Perisai Matahari”, dan “Domination of Hatred”. Deretan rilisan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam membangun identitas di ranah musik keras.
Setelah cukup lama tidak merilis karya baru, Dead Standing kembali melalui Evil Soul dengan membawa semangat untuk memulai era yang berbeda. Alih-alih sekadar melanjutkan perjalanan sebelumnya, mereka menjadikan rilisan ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi atmosfer yang lebih gelap dan pendekatan musikal yang lebih modern. Tema mitos serta konflik spiritual pun menjadi ruang baru bagi band untuk memperluas narasi dalam musik mereka.
Kembalinya Dead Standing juga menjadi langkah awal menuju rencana album penuh yang ditargetkan hadir pada 2027. Dengan Evil Soul sebagai pembuka babak baru, mereka mulai memperkenalkan arah yang ingin dikembangkan dalam karya-karya mendatang. Bagi pendengar lama, rilisan ini menandai kembalinya band setelah hiatus, sementara bagi pendengar baru, lagu ini dapat menjadi titik awal untuk mengenal dunia musikal Dead Standing.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Evil Soul" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Evil Soul
● Artis: Dead Standing
● Ciptaan: Dead Standing
● Aransemen: Dead Standing
● Music Director: Moch Aidil (Prince The Death)
● Mixing & Mastering: Dead Standing
● Rilis: 4 September 2026
● Genre: Metalcore/Post-Hardcore
● Produser: Dead Standing
● Label: Independen
● Recording: Dead Standing
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp: 082175275533 (Oland) | 085240384522 (Aland)
● Email: deadstanding555@gmail.com
● Instagram: @dead.standing
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar