Kali ini, trio Firli Yogiteten (vokal), Aries Ishak (gitar), dan Sadam Mamonto (drum) menghadirkan pengaruh dari band post-hardcore kiwari seperti Modern Color dan Basement, juga nuansa alternative rock 2000-an ala Incubus dalam palet musikal mereka. Kesemuanya diramu dengan hook yang lebih pop dan produksi yang lebih cair, membaurkan batas antara dua ranah yang selama ini mereka eksplorasi: emosi yang mentah dan melodi yang melankolis.
Perubahan musikal ini juga diikuti oleh pergeseran tema lirik. Jika sebelumnya Tiresome dikenal lewat narasi seputar keluh-kesah pekerja kantoran, kini mereka mencoba menatap ke arah lain.
> “Kami selalu bertanya bagaimana seandainya kehidupan di balik bilik kubikal menjadi lebih baik. Ternyata momen itu datang juga, setidaknya untuk saat ini,” ujar Firli, sang penulis lirik.
“Entah sampai kapan hingga kami kembali bertemu bos menyebalkan dan lingkungan toxic, tapi untuk sekarang kami sedikit berjarak dari tema itu.”
Karenanya, “Umbra” dan “Ursula” menghadirkan perspektif yang lebih luas bukan lagi perkara individu yang terjebak rutinitas, melainkan refleksi atas kesedihan, rasa bersalah, dan pergulatan batin manusia secara universal.
> “Rasanya kami sudah memasuki fase ini: melewati banyak keputusan keliru, jatuh dalam kegagalan, melakukan kesalahan, dihantui rasa bersalah. Tapi kami sadar bahwa segalanya membentuk kami hari ini,” lanjut Firli.
Proses pengerjaan maxi-single ini pun berjalan lebih panjang dibanding rilisan sebelumnya.
> “Workshop dan rekamannya jauh lebih intens, banyak perubahan dari rencana awal,” ungkap Firli.
“Justru di situ kami merasa Tiresome akhirnya benar-benar seperti band, bukan hanya proyek jarak jauh.”
Aries menambahkan, “Kali ini kami menekankan bagaimana kami ingin dikenal sebagai sebuah band dengan referensi musikal yang terus berubah tapi tetap menjaga karakter Tiresome.”
Sementara Sadam menyebut bahwa materi kali ini adalah yang paling kasual dan natural yang pernah mereka tulis, “Sekalipun masih ada part breakdown khas kami sejak awal".
🎸 Produksi dan Visual:
Proses rekaman Umbra//Ursula dilakukan lintas kota — antara Yogyakarta dan Gorontalo.
Vokal: direkam di Kanawa Records, Yogyakarta
Gitar, bass, vokal latar: di Tangku House, Gorontalo
Drum: di Lunar Studio, Gorontalo
Untuk sampul (cover art), Tiresome mempercayakan visual kepada Grady Immanuel, fotografer asal Manado, yang menafsirkan tema Umbra//Ursula secara sinematik bersama Lia sebagai model. Hasilnya: sebuah citra visual yang sama ambigu dan gelapnya dengan bunyi yang Tiresome hasilkan.
🎧 Rilis & Platform:
Umbra//Ursula kini sudah tersedia di seluruh platform digital musik — Spotify, Apple Music, Bandcamp, dan kanal resmi Loverman Records.
🙍 Tiresome As:
Vokal: Firli Yogiteten
Gitar: Aries Ishak
Drum: Sadam Mamonto
🎶 Kredit Produksi:
● Produksi: Tiresome & Loverman Records
● Rekaman: Kanawa Records (Yogyakarta), Tangku House & Lunar Studio (Gorontalo)
● Mixing & Mastering: [tambahkan jika diketahui]
● Fotografi & Artwork: Grady Immanuel
● Model: Lia
📩 Kontak & Media Sosial:
📞 0853-9942-3075
📸 Instagram: @tiresome0434
🎧 Dengarkan di Spotify: Tiresome – Umbra//Ursula
📺 YouTube: Tiresome Official
Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku
0 Komentar