YAQIN:"Pawang" Antara Cinta, Kegigihan, dan Penerimaan

    YAQIN

Solois dan penulis lagu asal Malang, Muhammad Ainul Yaqin, atau yang dikenal dengan nama panggung Yaqin, resmi merilis single terbarunya berjudul “Pawang”. Lagu ini menjadi rilisan ketiga setelah “Cita” dan “Parasit”, sekaligus menjadi langkah penting menuju album debutnya bertajuk “Kebiasaan” yang direncanakan rampung pada akhir tahun 2025.

💫 “Pawang”: Cinta, Kegigihan, dan Penerimaan

Berbeda dari dua rilisan sebelumnya yang bernuansa folk, kali ini Yaqin menampilkan sisi eksploratif dengan warna retro-pop 80-an yang lebih ringan namun tetap emosional. Bersama produser Decky Anugrah, ia mengemas tema cinta yang getir dalam balutan nostalgia, menghadirkan suasana hangat namun penuh makna.

    ARTWORK PAWANG

“Awalnya lagu ini berangkat dari versi folk yang lebih melankolis,” cerita Yaqin. “Tapi setelah berdiskusi panjang dengan Mas Decky, kami sadar bahwa pesan lagu ini akan lebih kuat jika dikemas dengan nuansa yang lebih familiar di telinga pendengar. Dari situ, aransemen baru lahir terinspirasi dari warna musik era 80-an seperti Mondo Gascaro atau Laleilmanino.”

🌧️ Proses di Balik “Pawang”


Secara tematik, “Pawang” berbicara tentang kegigihan seorang pria dalam mempertahankan cinta di tengah badai hubungan. Terinspirasi dari berbagai kisah perceraian publik dan pengalaman pribadi di sekitarnya, Yaqin menulis dari sudut pandang laki-laki yang memilih bertahan, bukan menyerah.
“Saya ingin menampilkan sisi lain dari hubungan: bahwa bertahan pun adalah bentuk cinta,” ungkapnya.

Proses produksi lagu ini dilakukan lintas kota musik digarap oleh Decky Anugrah di Malang, sementara vokal direkam di Jakarta bersama Willyam Stevano. Kolaborasi jarak jauh tersebut melewati banyak revisi dan penyesuaian, mulai dari tempo hingga dinamika vokal, demi menjaga keseimbangan antara keintiman dan energi emosional yang ingin disampaikan.

👤 Tentang Yaqin:


Lahir dan besar di Malang, Jawa Timur, Yaqin tumbuh bersama nada dan kata. Ia memulai perjalanan musiknya sebagai vokalis band Sorai Seroja sejak 2020, sebelum akhirnya memilih jalur solo. Dalam prosesnya, ia menggandeng Decky Anugrah sebagai produser dan Bayu Aji sebagai road manager, dengan dukungan penuh dari Paraduta Record dan Wukwukstudio.

Album debutnya, “Kebiasaan,” menjadi ruang refleksi tentang kebisingan, kehilangan, dan kebiasaan yang membentuk diri. “Pawang” menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan itu sebuah karya yang mengajarkan bahwa cinta, pada akhirnya, selalu layak diperjuangkan.


🎧 “Pawang” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital.

Lebih dari sekadar lagu cinta, “Pawang” menjadi simbol perjalanan Yaqin dalam mencari bentuk dan arah musikalnya. Melalui album “Kebiasaan”, ia berencana menjelajahi beragam warna bunyi dari folk, jazz, hingga retro-pop sebagai cermin kejujuran dan keberaniannya dalam bereksperimen.
“Saya ingin tetap jujur pada perasaan, tapi juga menantang diri untuk keluar dari kebiasaan lama,” ujarnya.

Bagi Yaqin, lagu ini adalah pesan untuk siapa pun yang masih percaya pada cinta dan perjuangan.

“‘Pawang’ saya tujukan untuk mereka yang masih memilih bertahan. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan keajaiban, tapi kesetiaan,” tutupnya.


🎵 Kredit Lagu:

● Judul: Pawang
● Penulis Lagu: Muhammad Ainul Yaqin
● Produser: Decky Anugrah
● Vokal Direkam oleh: Willyam Stevano
● Mixing & Mastering: Decky Anugrah
● Label: Paraduta Record
Studio: Wukwukstudio
● Tanggal Rilis: 24 Oktober 2025

📱 Kontak & Media Sosial:

● Email: ainyaqin7@gmail.com
●Instagram: @_______qin7


Tentang Kami:
Email: @kusamredaksi@gmail.com
Instagram: @mediatintakusamku




Posting Komentar

0 Komentar