Musisi sekaligus jurnalis Puja Mandela kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul "Batulicin", sebuah lagu folk yang merekam potongan-potongan kehidupan di kota yang telah membesarkan dirinya. Dirilis pada tahun 2026, lagu ini bukan sekadar tentang sebuah tempat, melainkan tentang kenangan, keluarga, persahabatan, dan perjalanan hidup yang terus melekat meski waktu terus berjalan.
Melalui pendekatan lirik yang sederhana namun puitis, Puja Mandela mengajak pendengar menelusuri kembali suasana Batulicin sejak era 1990-an. Mulai dari riuh panggung musik anak muda, rental PlayStation dengan tarif Rp2.000 per jam, aroma laut yang terbawa angin, jalanan berlumpur saat hujan, debu yang beterbangan ketika musim kemarau, hingga kisah dua insan yang kembali bertemu di sebuah dermaga. Semua potongan cerita tersebut dirangkai menjadi sebuah lagu yang terasa hangat, personal, sekaligus dekat dengan pengalaman banyak orang tentang kampung halaman.
💿 Tentang Batulicin:
Alih-alih meromantisasi kota kelahirannya, Batulicin memilih merekam kehidupan sebagaimana adanya. Lagu ini menggambarkan sebuah kota kecil yang mungkin tidak sempurna, tetapi menjadi ruang yang membentuk karakter dan perjalanan hidup banyak orang. Salah satu lokasi yang memiliki makna mendalam dalam lagu ini adalah kawasan Pasar Lama Batulicin, kampung halaman almarhum ibu Puja Mandela, yang menjadi saksi berbagai kenangan masa kecil, kehidupan keluarga, hingga persahabatan yang kemudian menginspirasi lahirnya karya ini.
Kekuatan utama Batulicin terletak pada cara Puja membangun cerita melalui detail-detail sederhana. Hampir setiap bait menghadirkan adegan baru layaknya sebuah film pendek yang berpindah dari satu kenangan ke kenangan berikutnya. Baris seperti "Setengah lima, di samping jendela, ibu memasak, ayah di mana?" menjadi contoh bagaimana kesederhanaan justru membuka ruang tafsir yang luas bagi pendengar. Repetisi baru muncul pada bagian akhir melalui kalimat "Di Batulicin, kita bertemu," yang menjadi penegasan emosional dari seluruh perjalanan dalam lagu.
🎶 Nuansa Musikal:
Dibalut dengan nuansa Folk yang hangat dan intim, Batulicin menghadirkan aransemen sederhana yang menempatkan cerita sebagai pusat perhatian. Puja Mandela memainkan sendiri gitar, harmonika, sekaligus mengisi vokal, sehingga karakter lagu terasa sangat personal dan jujur.
Proses rekaman, mixing, dan mastering ditangani oleh Prima Yuda Prawira, sementara keseluruhan produksi lagu diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga jam. Kesederhanaan proses tersebut justru menghadirkan nuansa organik yang memperkuat atmosfer nostalgia dan kedekatan emosional dalam setiap bait lagu.
🙍 Tentang Puja Mandela:
Puja Mandela merupakan musisi sekaligus jurnalis kelahiran Banjarmasin, 13 April 1989. Selain aktif berkarya di dunia musik, ia juga dikenal sebagai penulis buku esai "Tak Semua Hal Harus Masuk Akal".
Dalam setiap karyanya, Puja kerap mengangkat cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Batulicin, ia ingin mengajak pendengar untuk kembali mengingat kampung halaman, masa muda, serta orang-orang yang pernah memberikan makna dalam perjalanan hidup mereka.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Batulicin" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Batulicin
● Artis: Puja Mandela
● Rilis: 2026
● Genre: Folk
● Ciptaan: Puja Mandela
● Aransemen: Puja Mandela
● Produser: Prima Yuda Prawira
● Mixing & Mastering: Prima Yuda Prawira
● Recording: Diproduksi bersama Prima Yuda Prawira
● Label: Independen
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp: 085771847962
● Email: pujamandelaofficial@gmail.com
● Instagram: @puja_mandela
🫧 Link Musik:
● Spotify: https://open.spotify.com/track/7rmU6p8PHpCzDIOyoQ9gVw?si=2_Zxu2FmRh6gIKILOHpSRA&utm_source=copy-link
● YouTube: https://youtu.be/yJwZ3Vjm2T8?si=AjNAAt44p3Vq9qd-
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar