MOSES:"Pedofolitik" Sebuah Lagu Tentang Lahirnya Keresahan Yang Tak Bisa Dibungkam

    MOSES

Unit alternative rock asal Semarang, Moses, resmi membuka perjalanan mereka di kancah musik melalui single debut bertajuk “Pedofolitik”. Dirilis pada 15 Agustus 2026 di berbagai platform musik digital, lagu ini menjadi perkenalan pertama Moses sekaligus ruang bagi mereka untuk menyuarakan keresahan terhadap fenomena politik dan sosial yang terjadi di sekitar.

Diperkuat oleh Hqim (vokal), Baba (gitar), Digka (bass), dan Ucok (drum), Moses memilih warna alternative funk rock sebagai fondasi musikal pada rilisan perdana mereka. Energi funk, distorsi blues, serta karakter rock yang kuat menjadi kombinasi yang membentuk identitas awal band ini.

Namun, “Pedofolitik” memiliki makna yang jauh lebih personal bagi Moses. Di balik kritik sosial yang disampaikan melalui lirik, lagu ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada Alm. Resha Wahyu Adi, drummer yang terlibat dalam proses awal rekaman sekaligus salah satu sosok penting dalam terbentuknya Moses.

💿 Tentang Pedofolitik:

     ARTWORK PEDOFOLITIK

Pedofolitik lahir dari keresahan terhadap fenomena pembagian jabatan dan kekuasaan yang dianggap semakin terasa dalam kehidupan politik. Alih-alih menggunakan bahasa yang rumit, Moses memilih menggunakan diksi sehari-hari yang sederhana, langsung, dan mudah dipahami.

Lirik yang ditulis oleh Baba bersama mendiang Resha membagi kritik tersebut ke dalam dua bagian. Bagian pertama menyoroti fenomena politisi senior yang masih berusaha mempertahankan kekuasaan, sementara bagian berikutnya menyinggung fenomena regenerasi kekuasaan melalui anak-anak pejabat yang dianggap berusaha meneruskan posisi atau pengaruh orang tua mereka.

Bagi Moses, lagu ini bukanlah sebuah pernyataan politik yang ditujukan kepada kelompok tertentu. Pedofolitik merupakan bentuk ekspresi musisi dalam menuangkan keresahan yang mereka lihat dan rasakan sebagai bagian dari masyarakat. Musik menjadi medium bagi mereka untuk mengamati realitas sekaligus menyampaikan sudut pandang dengan cara yang mereka pahami.

🎶 Nuansa Musikal:


    
     LOGO MOSES

Secara musikal, Pedofolitik mengusung perpaduan alternative rock dan funk rock dengan sentuhan distorsi blues. Karakter tersebut sudah menjadi bagian dari konsep awal Moses ketika mereka pertama kali bereksperimen sebagai proyek sampingan.

Salah satu pengaruh yang cukup kuat bagi Moses adalah Winery Dogs, terutama dalam cara mereka memadukan permainan rock yang enerjik dengan groove dan eksplorasi musikal. Pengaruh tersebut tidak sekadar menjadi referensi, tetapi ikut membentuk fondasi permainan Moses dalam mengembangkan karakter mereka sendiri.

Dengan gitar yang agresif, permainan bass yang groovy, vokal yang ekspresif, serta drum yang menjadi bagian penting dari rekaman awal, Pedofolitik memperlihatkan sebuah band yang ingin bergerak bebas di antara berbagai warna rock tanpa kehilangan energi dasar mereka.

Proses rekaman kemudian menjadi sebuah pengalaman yang berat bagi para personel. Resha mengalami kondisi kesehatan yang serius ketika proses produksi single berlangsung dan akhirnya berpulang pada Mei 2026 setelah mengalami pecah pembuluh darah.

Kepergian Resha sempat membuat Hqim, Baba, dan Digka memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas Moses. Namun, kenangan terhadap semangat Resha untuk menyelesaikan bagian drum dalam lagu tersebut justru menjadi alasan bagi mereka untuk kembali melanjutkan perjalanan band.

🙍 Tentang Moses:


Moses pertama kali terbentuk pada akhir 2025 sebagai sebuah side project. Hqim dan Baba, yang telah bekerja sama selama belasan tahun melalui band blues Smoke, ingin membuka ruang baru untuk mengeksplorasi pendekatan musik yang berbeda.

Keduanya kemudian mengajak Resha untuk bergabung. Dari sebuah proyek yang awalnya dibuat untuk bersenang-senang, Moses justru mendapatkan kesempatan tampil pertama melalui gigs komunitas Show On pada Maret 2026.

Musisi Dalam Lagu Pedofolitik:

Hqim — Vocal

Baba — Guitar

Digka — Bass

Resha — Drums pada rekaman “Pedofolitik”

Setelah Digka bergabung sebagai basis, Moses mulai berkembang menjadi proyek yang lebih serius dan ambisius. Setelah kepergian Resha, posisi drummer kemudian dilanjutkan oleh Ucok, sahabat karib Resha yang juga seorang drummer. Kehadiran Ucok menjadi bagian dari upaya Moses untuk meneruskan perjalanan sekaligus menjaga semangat yang telah ditinggalkan Resha.

🎧 Dengarkan Sekarang:

Single "Pedofolitik" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.

📎 Kredit Lagu:

● Judul: Pedofolitik
● Artis: Moses
● Rilis: 15 Agustus 2026
● Ciptaan: Kukuh “Baba” Ardiansyah & Alm. Resha Wahyu Adi
● Aransemen: Moses
● Genre: Alternative/Funk Rock
● Produser: Moses
● Mixing & Mastering: Hamzah
● Recording: Moses
● Publisher: Irama Records
● Label: Irama Records

📩 Kontak & Media Sosial:

● Cp: 081259179723
● Email: lenny.moses.id@gmail.com
● Instagram: @moses_resmi




📍Tintakusamku:

○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia



Posting Komentar

0 Komentar