Ada kalanya seseorang sudah mengetahui bahwa sesuatu seharusnya berakhir, tetapi hati masih memilih untuk bertahan. Menunggu, mencari alasan, memberikan kesempatan, dan terus meyakinkan diri bahwa mungkin keadaan akan berubah menjadi lebih baik.
Situasi emosional tersebut menjadi dasar dari single terbaru Adiva, “Another Minute.” Melalui lagu ini, penyanyi sekaligus penulis lagu kelahiran Jakarta tersebut mengeksplorasi siklus ketika seseorang terus menunggu perubahan dari sesuatu atau seseorang, meski perlahan mulai menyadari bahwa pola yang sama mungkin akan terus berulang.
“Another Minute” kemudian menjadi gambaran tentang dilema antara mengetahui kapan harus melepaskan dan keinginan untuk tetap bertahan sedikit lebih lama. Sebuah perasaan yang mungkin sederhana untuk dijelaskan, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan ketika seseorang benar-benar berada di dalamnya.
💿 Tentang Another Minute:
Sebagai single ketiga dalam perjalanan bermusiknya, Another Minute membawa cerita yang cukup personal bagi Adiva. Lagu ini berbicara tentang proses menerima kenyataan bahwa tidak semua hal dapat berubah hanya karena seseorang bersedia menunggu lebih lama.
Menariknya, ide emosional lagu tersebut justru muncul dari sebuah situasi yang kontradiktif. Adiva menggambarkan perasaan yang melatarbelakangi lagu ini sebagai “crying in the club”, ketika dirinya sedang bersenang-senang bersama teman-teman, tetapi tetap membawa beban emosional yang tidak terlihat dari luar.
“Aku sedang bersenang-senang bersama teman-temanku, tapi ada perasaan berat di hati,” ungkap Adiva. Perasaan tersebut kemudian menjadi fondasi Another Minute, mempertemukan suasana luar yang penuh energi dengan pergulatan batin seseorang yang sebenarnya sedang berusaha melepaskan.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara musikal, Another Minute menghadirkan sisi Adiva yang lebih gelap. Karakter vokalnya yang rendah menjadi salah satu kekuatan utama lagu, berpadu dengan produksi yang ritmis dan memberikan energi yang tetap mengajak pendengar untuk bergerak.
Kontras tersebut menjadi bagian penting dari identitas lagu. Di satu sisi, Another Minute membawa cerita tentang perasaan berat dan proses melepaskan, tetapi di sisi lain produksinya tidak sepenuhnya tenggelam dalam suasana muram. Lagu ini justru menciptakan atmosfer yang sesuai dengan konsep “crying in the club.”
Another Minute ditulis dan diproduksi bersama Rodrigo Leeroy, kolaborator lama Adiva yang sebelumnya juga bekerja bersamanya dalam “Unconditionally” (2024) dan “So Easy” (2026). Lagu ini turut melibatkan Noni sebagai vocal director sekaligus pengisi background vocals, memberikan sentuhan vokal yang lebih sultry pada keseluruhan produksi.
🙍 Tentang Adiva:
Adiva merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu berusia 25 tahun yang lahir dan besar di Jakarta. Perjalanannya di dunia musik membawanya terlibat dalam sejumlah soundtrack film dan serial, yang turut memperkenalkan namanya kepada pendengar yang lebih luas.
Ia dikenal melalui kontribusinya dalam soundtrack Habibie & Ainun 3 lewat lagu “Denganmu” serta Kisah Untuk Geri melalui “Tak Lagi Sendiri.” Adiva kemudian menghadirkan “Emosi Jiwa”, sebuah cover untuk Catatan Si Boy, sebelum kembali merilis karya original.
Perjalanan tersebut berlanjut melalui “Unconditionally” pada 2024 dan “So Easy” pada 2026. Kini, lewat “Another Minute”, Adiva kembali memperlihatkan perkembangan musikal sekaligus sisi personalnya melalui karya yang berbicara tentang harapan, penantian, dan keberanian untuk melepaskan.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Another Minute" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Another Minute
● Artis: Adiva
● Ciptaan: Adiva
● Aransemen: Adiva, Rodrigo Leeroy, Noni
● Mixing & Mastering: Rodrigo Leeroy
● Rilis: 22 September 2026
● Genre: Modern Dance Pop
● Label: RMDN Management
● Recording: RMDN Management
📩 Kontak & Media Sosial:
● Email: rmdn.mgt@gmail.com
● Instagram: @adivaramadhani
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar