CALVIN CAPNARY:“Before Becoming” Tentang Berbagai Versi Diri Yang Pernah Hidup, Sebelum Seperti Hari Ini

    CALVIN CAPNARY

Musisi asal Tangerang Selatan, Calvin Capnary, resmi memperkenalkan album debutnya, Before Becoming, melalui berbagai platform streaming digital. Dikerjakan dalam rentang waktu yang panjang, sejak 2013 hingga 2026, album ini menjadi semacam arsip personal yang merekam perjalanan Calvin melewati berbagai fase kehidupan.

Di dalamnya terdapat cerita tentang cinta, kehilangan, keraguan, pencarian identitas, harapan, hingga proses bertumbuh. Before Becoming tidak hadir sebagai potret tentang siapa Calvin hari ini, melainkan sebagai kumpulan jejak dari berbagai versi dirinya yang pernah ada dan turut membentuk perjalanan hingga sampai pada titik sekarang.

💿 Tentang Before Becoming:

    ARTWORK BEFORE BECOMING

Gagasan utama Before Becoming berangkat dari sebuah pemikiran sederhana: sebelum menjadi diri kita hari ini, ada begitu banyak versi diri yang pernah kita jalani. Pengalaman, pilihan, kesalahan, hubungan, kehilangan, serta hal-hal yang pernah kita percaya perlahan meninggalkan jejak dan membentuk cara kita melihat kehidupan.

Calvin menggambarkan album ini sebagai ruang untuk menengok kembali berbagai fase tersebut.

“Album ini bukan tentang siapa saya sekarang. Ini tentang berbagai versi diri saya yang pernah ada, tentang apa yang pernah saya rasakan, pikirkan, cintai, kehilangan, dan percayai sebelum akhirnya menjadi diri saya hari ini.”

Dengan perspektif tersebut, Before Becoming terasa seperti catatan perjalanan yang terus berkembang. Album ini tidak mencoba memberikan kesimpulan mengenai proses menjadi manusia, tetapi justru mengakui bahwa proses tersebut tidak pernah benar-benar selesai. Satu versi diri mungkin berakhir, tetapi versi berikutnya selalu menunggu untuk terbentuk.

🎶 Nuansa Musikal:


Secara musikal, Calvin Capnary membawa Before Becoming dalam pendekatan Twee Pop yang hangat dan reflektif. Musik menjadi medium untuk menyampaikan pengalaman personal dengan cara yang dekat dan tidak berjarak, sehingga cerita di dalamnya dapat menemukan relevansinya di pengalaman masing-masing pendengar.

Pengaruh dari sejumlah musisi dan band seperti Club 8, Acid House Kings, The Wannadies, The Submarines, The Divine Comedy, hingga Morrissey turut menjadi bagian dari lanskap musikal Calvin. Perpaduan pengaruh tersebut memperkuat karakter musik yang intim, melodius, dan berangkat dari pengamatan terhadap pengalaman emosional manusia.

🙍 Tentang Calvin Capnary:


Calvin Capnary memulai proyek solonya sejak 2013. Sebelum melangkah sebagai solois, ia dikenal sebagai vokalis Song Before Breakfast, band Britpop asal Yogyakarta, serta pernah terlibat dalam band punk rock Jealous Lovers.

Di luar aktivitas bermusik, Calvin juga aktif sebagai dosen di salah satu universitas di Jakarta. Latar belakang tersebut turut memberi warna pada cara Calvin menulis dan mengolah gagasan dalam musiknya reflektif, personal, serta banyak berangkat dari pengamatan terhadap pengalaman manusia sehari-hari.

Setelah melalui perjalanan kreatif selama lebih dari satu dekade, Before Becoming menjadi penanda penting dalam perjalanan solonya. Album ini sekaligus memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang untuk menyimpan ingatan, membaca kembali masa lalu, dan memahami berbagai perubahan yang terjadi dalam diri.

🎧 Dengarkan Sekarang:

Album "Before Becoming" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.

📎 Kredit Album:

● Judul: Before Becoming
● Artis: Calvin Capnary
● Ciptaan: Calvin Capnary
● Aransemen: Calvin Capnary
● Mixing & Mastering: Calvin Capnary
● Rilis: Agustus 2026
● Genre: Twee Pop
● Label: Independen
● Recording: Calvin Capnary

📩 Kontak & Media Sosial:

● Email: calvincapnary@gmail.com
● Instagram: @calvincapnary




📍Tintakusamku:

○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia

Posting Komentar

0 Komentar