Ada lagu yang selesai dalam hitungan hari. Ada pula lagu yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya menemukan bentuk yang dirasa paling tepat. “Kereta Terakhir” milik Kursiteras termasuk di antaranya.
Cikal bakal lagu ini telah ditulis sejak 2019, ketika Kursiteras berada dalam perjalanan kembali menuju Jakarta setelah sempat pulang ke Yogyakarta. Sebagian liriknya bahkan lahir langsung dari perjalanan tersebut. Saat kereta terakhir meninggalkan Yogyakarta dan kembali bergerak menuju Jakarta, muncul kilas balik tentang pertama kalinya ia datang ke kota tersebut, membawa mimpi dan harapan tentang kehidupan yang ingin dibangun.
Namun, seperti yang kemudian dirasakan banyak orang yang memilih menetap di Jakarta, kota tersebut bukan sekadar tempat tujuan. Jakarta menjadi ruang yang menguji seberapa lama seseorang mampu mempertahankan alasan mengapa ia datang, terutama ketika mimpi yang dulu terlihat sederhana mulai berhadapan dengan realitas.
💿 Tentang Kereta Terakhir:
Kereta Terakhir berkembang menjadi catatan personal tentang perjalanan antara dua kota: pulang, kemudian kembali lagi. Lagu ini berbicara tentang rasa bangga yang perlahan berhadapan dengan kelelahan, serta cita-cita yang dari kejauhan tampak sederhana tetapi ternyata membutuhkan tenaga, waktu, dan pengorbanan untuk terus dijalani.
Pada akhirnya, lagu ini juga menjadi refleksi tentang keputusan untuk tetap bertahan di Jakarta, kota yang kerap disebut sebagai tempat para penangkap mimpi. Banyak orang datang membawa tujuan masing-masing, tetapi tidak semuanya mengetahui seberapa panjang perjalanan yang harus mereka tempuh untuk mencapainya.
“Waktu pertama kali datang ke Jakarta, gue merasa setidaknya satu langkah menuju apa yang gue mau sudah terlewati. Rasanya seperti berada di jalan yang benar. Tapi setelah dijalani, ternyata berat juga. Dan mungkin justru karena berat itu, gue merasa perjalanannya harus terus diteruskan.”
Bagi Kursiteras, kalimat-kalimat tersebut tidak langsung berubah menjadi sebuah rilisan. Ide dan liriknya disimpan selama bertahun-tahun hingga akhirnya menemukan bentuk musikal yang dirasa mampu mewakili cerita di baliknya.
🎶 Nuansa Musikal:
Berada dalam wilayah Folk Ballads, Kereta Terakhir mengedepankan pendekatan yang intim dan personal. Produksinya tidak diarahkan untuk memenuhi lagu dengan sebanyak mungkin elemen, melainkan memberikan ruang agar cerita dan vokal tetap menjadi bagian penting dari pengalaman mendengarkan.
Menariknya, seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri melalui pendekatan home recording. Kursiteras menangani sendiri berbagai tahapan, mulai dari aransemen, instrument tracking, overdubbing, editing, mixing, hingga mastering.
Pendekatan multitrack recording memungkinkan setiap instrumen direkam sebagai layer terpisah, kemudian disusun untuk membangun dinamika lagu secara keseluruhan. Dengan demikian, Kursiteras tidak hanya mengambil peran sebagai songwriter dan performer, tetapi juga sebagai music producer, recording engineer, dan mixing engineer bagi karyanya sendiri.
Dalam proses produksinya, berbagai aspek teknis seperti gain staging, EQ, compression, transient, stereo field, ambience, hingga dynamic range digunakan untuk menjaga agar setiap elemen memiliki ruang. Tujuannya bukan sekadar membuat lagu terdengar besar, melainkan memastikan aransemen tetap bernapas.
🙍 Tentang Kursiteras:
Kursiteras merupakan musisi yang menjadikan pengalaman perjalanan dan kehidupan sebagai bagian dari proses kreatifnya. Melalui Kereta Terakhir, ia tidak hanya merekam sebuah cerita tentang perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta, tetapi juga menangkap perjalanan batin seseorang yang memilih meninggalkan satu tempat demi mengejar sesuatu yang dipercaya sebagai masa depan.
Lagu yang mulai ditulis sejak 2019 tersebut akhirnya menemukan bentuk baru pada 2026. Jarak waktu yang panjang justru memberikan kesempatan bagi Kursiteras untuk melihat kembali karya tersebut dari perspektif yang berbeda, kemudian menyusun ulang musiknya agar lebih sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan.
Kereta Terakhir pada akhirnya menjadi sebuah catatan tentang bertahan. Tentang mimpi yang tidak selalu berjalan sesuai bayangan awal, tentang lelah yang datang di tengah perjalanan, dan tentang alasan mengapa seseorang memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan meski jalannya tidak selalu mudah
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Kereta Terakhir" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Kereta Terakhir
● Artis: Kursiteras
● Ciptaan: Kursiteras
● Aransemen: Kursiteras
● Produser: Kursiteras
● Mixing & Mastering: Kursiteras
● Rilis: 25 Agustus 2026
● Genre: Folk Ballads
● Label: Independen
● Recording: Kursiteras Home Recording
📩 Kontak & Media Sosial:
● Email: kursiteras85@gmail.com
● Instagram: @kursiterass
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar