Dari Klaten, sebuah kota yang berada di antara Yogyakarta dan Solo, Mahendra Setyawan terus mengembangkan perjalanan musikalnya melalui project solo bernama Mahega. Lahir pada Oktober 2022, Mahega berangkat dari sebuah keinginan sederhana: membawa keluar berbagai ide, potongan irama, dan karya yang sebelumnya hanya tersimpan menjadi bagian dari sebuah perjalanan musik yang lebih nyata.
Setelah membangun fondasi melalui Ep debut “keLahiran_keSadaran”, Mahega terus mengembangkan gagasan musikalnya melalui sejumlah karya. Setiap rilisan menjadi bagian dari proses refleksi diri sekaligus ruang untuk mengeksplorasi emosi, pengalaman, dan cara memandang kehidupan.
Kini, pada 25 September 2026, Mahega menghadirkan “Bumi Bilang” sebagai single kelima. Lagu ini membawa pembicaraan yang lebih luas: tentang alam dan semesta, sekaligus bagaimana keduanya dapat berkelindan dengan gagasan mengenai kelahiran dan kesadaran.
💿 Tentang Bumi Bilang:
Bumi Bilang hadir sebagai sebuah karya yang mengajak pendengar melihat hubungan antara manusia, alam, dan semesta. Bumi tidak hanya menjadi tempat berpijak, tetapi juga dapat dipandang sebagai bagian dari perjalanan kesadaran manusia dalam memahami keberadaan dan kehidupan.
Sebagai single kelima Mahega, lagu ini menjadi bagian dari kesinambungan gagasan yang sebelumnya telah diperkenalkan melalui “keLahiran_keSadaran”. Jika kelahiran dan kesadaran menjadi fondasi perjalanan tersebut, Bumi Bilang membawa gagasan itu menuju ruang yang lebih luas, ruang tempat manusia berhadapan dengan alam dan semesta.
Dengan pendekatan yang personal, Mahega membiarkan tema tersebut berkembang sebagai pengalaman yang dapat ditafsirkan oleh masing-masing pendengar. Bukan sekadar bercerita tentang alam, Bumi Bilang menjadi sebuah refleksi mengenai hubungan antara keberadaan manusia dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara genre, Bumi Bilang berada dalam wilayah folk indie/rock ballad. Perpaduan tersebut memberikan ruang bagi Mahega untuk mempertahankan karakter yang intim dan reflektif, sekaligus menghadirkan energi musikal yang lebih luas.
Pendekatan folk indie membawa kesan dekat dan personal, sementara sentuhan rock ballad memberikan ruang emosional yang lebih besar. Keduanya menjadi medium untuk menerjemahkan gagasan tentang alam, semesta, kelahiran, dan kesadaran ke dalam bentuk musikal.
Alih-alih mengejar kompleksitas semata, Mahega menggunakan musik sebagai ruang untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan. Nuansa tersebut sejalan dengan identitas project yang sejak awal dibangun melalui refleksi diri dan eksplorasi emosi.
🙍 Tentang Mahega:
Mahega merupakan project solo dari Mahendra Setyawan, seorang musisi asal Klaten. Project ini lahir pada Oktober 2022 dari keinginan untuk merealisasikan berbagai ide, potongan irama, serta karya yang telah lama tersimpan.
Dengan pendekatan yang jujur dan personal, Mahendra membangun Mahega sebagai ruang untuk menuangkan refleksi diri. Musik tidak hanya menjadi produk akhir, tetapi juga bagian dari proses memahami pengalaman, emosi, dan perjalanan batin yang terus berubah.
Fondasi perjalanan tersebut kemudian hadir melalui EP debut “keLahiran_keSadaran”. Di dalam perjalanan itu, “See You” disebut sebagai titik puncak yang merangkum proses kreatif sekaligus pengalaman batin yang telah dilalui. Kini, Bumi Bilang menjadi bagian berikutnya dari perjalanan Mahega dalam memperluas cerita dan kesadaran musikalnya.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Bumi Bilang" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Bumi Bilang
● Artis: Mahega
● Ciptaan: Mahendra Setyawan
● Aransemen: Mahega
● Produser: MAHEGA
● Mixing & Mastering: Mahega & Jessica Soba
● Recording: Mahega
● Rilis: 25 September 2026
● Genre: Folk Indie/Rock Ballad
● Label: Bahtera M.I.C.U
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp: 081915233637
● Email: mahegaproject@gmail.com
● Instagram: @mahega_senthir
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar