ALUKTA:“Derau” Suara Perlawanan Dari Tana Toraja Yang Tak Akan Terbungkam

    ALUKTA

Musik keras tidak selalu hadir sekadar untuk meluapkan amarah. Di tangan sejumlah musisi, distorsi, gebukan drum, dan vokal yang intens dapat menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahan, mempertanyakan keadaan, serta menyuarakan hal-hal yang kerap berusaha dibungkam. Semangat tersebut dibawa Alukta melalui singel kedua mereka, “Derau”, yang dirilis pada 14 Oktober 2026.

Unit Hardcore/Metal asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan, ini kembali menegaskan arah musikal mereka melalui sebuah karya yang berangkat dari persoalan penindasan, pembungkaman suara, dan tirani kekuasaan. “Derau” bukan sekadar pernyataan sikap, tetapi juga menjadi ruang bagi Alukta untuk menyalurkan amarah dan gagasan melalui musik yang keras, lugas, serta penuh intensitas.

Dalam rilisan kali ini, Alukta menggandeng Brandon Hilton Cavalera, kawan lama mereka, untuk berkolaborasi sebagai pengisi vokal sekaligus terlibat dalam penulisan lirik. Kolaborasi tersebut memperluas ruang ekspresi “Derau” sekaligus mempertegas semangat perlawanan yang menjadi inti lagu.

💿 Tentang Derau:

    ARTWORK DERAU

Melalui Derau, Alukta mengangkat persoalan tentang bagaimana suara dan kebebasan berekspresi dapat berhadapan dengan kekuasaan yang berusaha mengendalikan atau membungkamnya. Lagu ini menyuarakan penolakan terhadap penindasan dan tirani, sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti bersuara.

Kehadiran Brandon Hilton Cavalera dalam proses vokal dan penulisan lirik menjadi bagian penting dari rilisan ini. Kolaborasi tersebut mempertemukan energi dan gagasan dalam satu pernyataan musikal yang berangkat dari keresahan terhadap situasi ketika suara kritis tidak memperoleh ruang yang semestinya.

Salah satu pesan utama Derau terangkum dalam ungkapan “Derau ini abadi”. Kalimat tersebut menjadi penegasan atas gagasan bahwa amarah, pemikiran, dan sikap yang dituangkan melalui musik tidak harus berhenti ketika berhadapan dengan tekanan. Sebaliknya, suara yang lahir dari keresahan dapat terus hidup, bergema, dan menemukan pendengarnya.

Lewat lagu ini, Alukta menempatkan musik sebagai ruang untuk mempertahankan sikap. Bukan sekadar melawan melalui kebisingan, melainkan menjadikan kebisingan itu sendiri sebagai simbol keberadaan suara yang menolak dihilangkan.

🎶 Nuansa Musikal:

    LOGO ALUKTA

Secara musikal, Derau membawa karakter Hardcore/Metal yang mengandalkan energi cepat, berat, dan agresif. Pendekatan tersebut sejalan dengan tema yang diangkat, memberikan ruang bagi pesan perlawanan untuk hadir melalui intensitas musik sekaligus ketegasan lirik.

Bagi Alukta, karakter musik keras menjadi medium yang relevan untuk mengolah amarah dan kegelisahan menjadi ekspresi kreatif. Tema tentang penindasan dan pembungkaman tidak disampaikan sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan, tetapi sebagai sesuatu yang layak dipertanyakan dan dihadapi dengan keberanian.

Keterlibatan Brandon dalam lagu ini turut memperkaya proses kreatif, terutama melalui kontribusinya pada vokal dan penulisan lirik. Sementara itu, proses aransemen dan produksi yang dikerjakan Alukta menunjukkan keterlibatan band dalam membentuk identitas musikal rilisan ini.

Dengan pendekatan yang lugas dan intens, Derau menjadi pernyataan bahwa musik keras masih memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun kesadaran, dan mempertemukan orang-orang yang memiliki kegelisahan serupa.

🙍 Tentang Alukta:


Alukta merupakan unit Hardcore/Metal yang terbentuk di Tana Toraja pada 2026. Band ini hadir dengan eksplorasi musik yang cepat dan berat, dipadukan dengan lirik-lirik kritis yang menjadikan realitas sosial sebagai salah satu titik berangkat dalam berkarya.

Personel:

- Radityo Prabowo (Vokal)

- Nur Halim (Drum)

- Ferdi Pangala (Gitar)

- Nur Hidayat (Bass)

Melalui dua singel yang telah diperkenalkan, Alukta menempatkan musik sebagai medium untuk menyuarakan sikap dan menyalurkan energi. Derau menjadi kelanjutan dari perjalanan tersebut, sekaligus memperlihatkan konsistensi mereka dalam mengolah musik keras sebagai wadah ekspresi yang tidak terpisah dari persoalan sosial.

Berasal dari Tana Toraja, Alukta turut membawa identitas skena musik keras Sulawesi Selatan ke ruang dengar yang lebih luas. Melalui karya-karya mereka, band ini berupaya menjaga agar suara yang lahir dari kegelisahan tetap memiliki tempat untuk tumbuh dan didengar.

🎧 Dengarkan Sekarang:

Single "Derau" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.

📎 Kredit Lagu:

● Judul: Derau (feat. Brandon Hilton Cavalera)
● Artis: Alukta
● Ciptaan: Alukta & Brandon Hilton Cavalera
● Aransemen: Alukta
● Produser: Alukta
● Mixing & Mastering: @moch.bassist
● Recording: Alukta
● Rilis: 14 Oktober 2026
● Genre: Hardcore/Metal
● Label: Alukta

📩 Kontak & Media Sosial:

● Cp: 085892870060 (Nur Halim)
● Email: alukta13@gmail.com
● Instagram: @aluktahc
 



📍Tintakusamku:

○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia

Posting Komentar

0 Komentar