Ada kemarahan yang lahir bukan semata-mata dari kebencian, melainkan dari luka yang terus dibiarkan terbuka. Ketika ketidakadilan berulang, kebohongan seolah menjadi sesuatu yang lumrah, dan suara masyarakat terasa semakin jauh dari mereka yang memegang kekuasaan, diam bukan lagi satu-satunya pilihan. Bagi sebagian orang, musik menjadi medium untuk meluapkan kegelisahan, mempertanyakan keadaan, dan menolak menerima ketidakadilan sebagai sesuatu yang wajar.
Semangat itulah yang dibawa Another, unit darkened hardcore asal Jakarta, melalui debut Ep bertajuk “Noroi” (呪い) yang resmi dirilis pada 13 Oktober 2026. Dirilis melalui label independen Kingside Records dari Amerika Serikat, dengan Fever Joint Records dari Indonesia sebagai mitra rilisan kaset fisik, Ep ini memuat empat lagu utama “Rot”, “Anguish”, “Noroi”, dan “Morbid Crypt” serta satu lagu bonus, “Akuma”.
Bagi Another, “Noroi” bukan sekadar kumpulan lagu keras, melainkan pernyataan artistik yang lahir dari kemarahan dan frustrasi terhadap ketidakadilan. Melalui karakter musik yang gelap dan agresif, mereka menyuarakan kegelisahan terhadap kebohongan, kesombongan kekuasaan, dan penderitaan yang dianggap tidak seharusnya dinormalisasi.
💿 Tentang Noroi:
Dalam bahasa Jepang, “Noroi” (呪い) berarti “kutukan”. Bagi Another, kata tersebut menjadi metafora bagi luka dan kemarahan yang muncul ketika ketidakadilan terus berulang, sementara masyarakat seolah dipaksa menerima keadaan sebagai takdir. Gagasan ini menjadi inti dari lagu utama “Noroi” sekaligus benang merah yang menghubungkan pesan dalam Ep tersebut.
Melalui lirik “You carved your lies in our skin, then called it destiny”, Another menggambarkan penderitaan akibat kebohongan yang ditorehkan kepada masyarakat, kemudian seolah dibenarkan sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari. Sementara itu, baris “I'll spit your curse back in your face” menyuarakan penolakan untuk terus menerima keadaan secara pasif. Kemarahan dalam lagu ini menjadi simbol perlawanan terhadap pihak yang dianggap melanggengkan ketidakadilan.
Gagasan tersebut dirangkum dalam tagline Ep, “Every pain becomes a wound, every wound becomes a curse.” Vokalis Arga menjelaskan bahwa “Noroi” merupakan cara Another mengungkapkan kemarahan dan frustrasi, sekaligus menegaskan bahwa ketidakadilan serta kesombongan mereka yang berkuasa tidak seharusnya dianggap normal. Bagi band ini, hardcore menjadi ruang untuk mempertanyakan otoritas dan menyuarakan keresahan melalui musik.
Daftar Lag:
1. Rot
2. Anguish
3. Noroi
4. Morbid Crypt
5. Akuma (Bonus Track)
“Akuma” memiliki arti tersendiri dalam perjalanan Another karena sebelumnya dirilis sebagai single debut mereka pada Februari 2023. Kehadirannya kembali dalam Ep ini menghubungkan fase awal perjalanan band dengan babak baru yang mereka jalani pada 2026. Melalui “Noroi”, Another membawa karya dan kegelisahan mereka kepada pendengar yang lebih luas.
🎶 Nuansa Musikal:
LOGO ANOTHER
Sebagai unit darkened hardcore, Another membangun identitas musikal melalui atmosfer gelap, agresivitas, dan ekspresi emosional yang intens. Pendekatan ini menjadi ruang yang sesuai untuk menyampaikan tema kemarahan, keputusasaan, dan perlawanan yang mendasari Noroi. Musik tidak hanya menjadi latar bagi lirik, tetapi juga medium untuk menyampaikan tekanan emosional yang menjadi inti karya mereka.
Dalam Ep ini, karakter hardcore berjalan beriringan dengan gagasan tentang luka, kebohongan, dan ketidakadilan. Pilihan ekspresi yang konfrontatif mencerminkan sikap Another terhadap persoalan yang mereka angkat. Alih-alih menyamarkan kemarahan, mereka menjadikannya bagian dari identitas karya, dengan pesan bahwa persoalan sosial yang dianggap tidak adil perlu dipertanyakan, bukan diterima begitu saja.
Proses produksi Noroi dikerjakan oleh Another bersama Ridwan MHD, yang menangani perekaman, engineering, mixing, dan mastering di Nous Studio. Seluruh materi musik ditulis, dikomposisi, dan diaransemen oleh Another, sementara artwork juga dikerjakan oleh band. Keterlibatan tersebut memperlihatkan peran aktif mereka dalam membentuk identitas musikal sekaligus visual Ep ini.
🙍 Tentang Another:
Another merupakan unit darkened hardcore beranggotakan lima orang asal Jakarta yang membawa karakter musik sarat kegelapan, keputusasaan, dan agresivitas. Band ini lahir dari perjalanan para anggotanya di skena musik ekstrem Indonesia, dengan gagasan awal yang datang dari Febio, Adit, dan Rappay, yang sebelumnya tergabung dalam Burning Flame. Mereka membentuk Another sebagai ruang untuk mengeksplorasi musik lebih jauh dan bergerak menuju karakter yang lebih gelap serta berat.
Pada Mei 2022, Ryan dari Sovereign dan Arga, mantan personel Beauty Kill The Beast, bergabung dengan band. Formasi tersebut kemudian merilis single debut “Akuma” pada Februari 2023, menjadi langkah awal Another dalam memperkenalkan identitas musikal mereka. Lagu tersebut kemudian kembali hadir sebagai bonus track dalam Ep Noroi, menghubungkan rilisan terbaru dengan awal perjalanan band.
Perjalanan Another mengalami perubahan pada Januari 2026 ketika mereka berpisah dengan Ryan. Pada April 2026, Galih dari Revenge The Past resmi mengambil posisi drummer, menandai babak baru bagi band. Kehadiran Ep Noroi kemudian menjadi langkah penting dalam perjalanan mereka, sekaligus mempertegas penggunaan hardcore sebagai medium untuk menyampaikan kegelisahan, mempertanyakan keadaan, dan menolak normalisasi ketidakadilan.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Ep "Noroi" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Ep:
● Judul: Noroi
● Artis: Another
● Ciptaan: Another
● Aransemen: Another
● Produser: Another & Ridwan MHD
● Recording Engineer: Ridwan MHD
● Recording: Nous Studio
● Mixing & Mastering: Ridwan MHD
● Rilis: 13 Oktober 2026
● Genre: Darkened Hardcore
● Label: Kingside Records (US) & Fever Joint Records (ID)
📩 Kontak & Media Sosial:
● Cp: 082122791872 (Febio)
● Email: theanothersound.id@gmail.com
● Instagram: @theanothersound
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar