Setelah kembali ke permukaan melalui “Maling! (Tolong Pak Polisi!)” pada Juli 2026, Protocol Afro melanjutkan babak baru perjalanan mereka lewat sebuah rilisan yang terdengar lebih keras, agresif, dan lugas. Kali ini, mereka membawa sebuah lagu berjudul “Anarki”, yang dirilis pada 25 September 2026.
Datang dari Jakarta dan dikenal melalui filosofi “Inconsistent Pop”, Protocol Afro memang tidak membatasi diri pada satu bentuk musikal. Dalam rilisan terbarunya, eksplorasi tersebut bergerak semakin dekat dengan karakter rock, membawa energi yang lebih kasar sekaligus mempertegas kegelisahan yang menjadi bagian dari cerita mereka.
“Anarki” kemudian hadir sebagai ruang bagi Protocol Afro untuk menerjemahkan kekecewaan terhadap sistem dan berbagai situasi sosial yang mereka amati. Alih-alih menawarkan jawaban, lagu ini memilih menyuarakan rasa frustrasi secara langsung melalui musik yang penuh dorongan dan amarah.
💿 Tentang Anarki:
Anarki dibangun dari gagasan tentang kejenuhan dan kekecewaan terhadap sistem. Melalui lagu ini, Protocol Afro menggambarkan situasi ketika berbagai absurditas di sekitar mulai menumpuk hingga melahirkan rasa frustrasi.
Gagasan tersebut dirangkum dalam bagian refrain, “Teriak, berontak, jangan mau dibungkam.” Bagi Protocol Afro, kalimat tersebut menjadi salah satu pusat energi lagu, sebuah ekspresi artistik mengenai dorongan untuk tetap bersuara ketika seseorang merasa tidak didengar.
Namun, Anarki tidak semata-mata menggambarkan perlawanan sebagai sesuatu yang sederhana. Protocol Afro sendiri menjelaskan bahwa ketika seseorang berhadapan dengan sistem, ada kemungkinan dirinya justru ikut terhimpit oleh realitas yang dihadapi. Dengan demikian, lagu ini juga membawa sisi reflektif di balik energi agresifnya.
🎶 Nuansa Musikal:
Secara musikal, Anarki memperlihatkan Protocol Afro yang bergerak lebih jauh ke arah rock. Energinya terasa lebih agresif dan langsung, sejalan dengan tema yang ingin mereka sampaikan melalui lagu ini. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan karakter musik mereka dalam fase baru setelah kembali berkarya pada 2026.
Meski begitu, kecenderungan eksperimental Protocol Afro tetap berada di dalam karya ini. Filosofi “Inconsistent Pop” yang selama ini mereka gunakan memungkinkan musik Protocol Afro bergerak bebas tanpa harus tunduk pada batasan satu genre tertentu.
Anarki menjadi salah satu bentuk terbaru dari kebebasan tersebut. Kekacauan dan energi yang menjadi bagian dari karakter Protocol Afro kini diterjemahkan ke dalam pendekatan yang lebih tajam, rock-driven, dan konfrontatif, sementara proses produksinya melibatkan Reney Karamoy sebagai co-producer di Sonic Garage.
🙍 Tentang Protocol Afro:
Protocol Afro merupakan kolektif musik asal Jakarta yang mendefinisikan pendekatan mereka sebagai “Inconsistent Pop” sebuah gagasan eksperimental yang tidak ingin dikurung oleh satu genre tertentu. Mereka telah aktif di skena musik independen Asia Tenggara sejak 2011.
Dalam perjalanannya, Protocol Afro pernah tampil di berbagai panggung di Indonesia dan Asia Tenggara, termasuk Baybeats di Singapura dan Asean Pride di Hanoi. Mereka juga pernah berbagi panggung dengan Phoenix dalam Love Garage 2014. Album debut mereka, The Youth, dirilis pada 2014 dan kemudian mendapat perhatian dari publikasi musik internasional serta diterbitkan kembali di Jepang melalui Moorworks Records.
Setelah merilis “Serigala” pada 2020 dan melewati masa jeda, Protocol Afro kembali pada 2026 dengan pendekatan yang mereka gambarkan lebih matang dan keras. “Maling!” menjadi pembuka rangkaian rilisan tersebut, sementara Anarki melanjutkan perjalanan itu dengan eksplorasi rock dan respons artistik terhadap berbagai ketegangan sosial.
🎧 Dengarkan Sekarang:
Single "Anarki" Sudah tersedia dan dapat dinikmati di Spotify, YouTube Dan Berbagai Platform Musik Digital Yang Ada.
📎 Kredit Lagu:
● Judul: Anarki
● Artis: Protocol Afro
● Ciptaan: Protocol Afro
● Aransemen: Protocol Afro
● Mixing & Mastering: Belum tercantum dalam materi
● Rilis: 25 September 2026
● Genre: Rock/Inconsistent Pop
● Label: Independen
● Recording: Sonic Garage
● Co-Producer: Reney Karamoy
📩 Kontak & Media Sosial:
● Email: indische.partij.records@gmail.com
● Instagram: @protocolafro
📍Tintakusamku:
○ Email: kusamredaksi@gmail.com
○ Instagram: @tintakusamkumedia
0 Komentar